268 Bal Kain Bekas Luar Negeri Dimusnahkan, Tersangka Nihil
Sabtu, 21 Apr 2007 18:06 WIB
Pekanbaru -
Aparat kepolisian membakar barang bukti 286 bal kain bekas asal luar negeri. Tapi anehnya, pihak kepolisian belum pernah berhasil membekuk mafia perdagangan kain eks luar negeri tersebut. Pemusnahan barang bukti dilakukan di areal TPA Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (21/4/2007). Selain pihak kepolisian, pemusnahan juga dihadiri pihak kejaksaan serta sejumlah perwakilan dari Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Menurut Kapoltabes Pekanbaru Kombes Syarif Nursal, pemusnahan barang bekas itu dilakukan sesuai surat dari PN Pekanbaru yang sekaligus disetujui pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Barang eks luar negeri ini disita pihak kepolisian dari tangan pedagang di Pekanbaru karena tidak dilengkapi dokumen resmi. "Kita akui, dalam pemusnahan ini kita belum berhasil menyeret tersangkanya. Namun kami akan tetap mengusut siapa dalang pengiriman pakaian bekas eks luar negeri ini," kata Kapoltabes. Dia menjelaskan, selama ini wilayah Riau memang menjadi gerbang utama dalam aksi penyelundupan barang-barang bekas eks luar negeri, termasuk jenis pakaian. Pakain eks luar negeri ini merupakan berbagai jenis pakaian bekas dari berbagai negara. Namun selama ini, pusat perdagangan ini tertumpu di Malaysia dan Singapura. Dari sanalah barang-barang ini dikirim melalui pelabuhan tikus di sejumlah perairan di Riau."Pakaian eks luar negeri ini sebenarnya juga dilarang untuk dikonsumsi masyarakat kita. Selain itu pemerintah memang melarang adanya jenis impor pakaian bekas," kata Nursal. Sekadar diketahui, bisnis pakaian bekas eks luar negeri ini sudah lama marak di Riau. Sebagian besar barang-barang ini masuk melalui pelabuhan tidak resmi di Dumai dan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hulu. Dari kedua pintu masuk ini, jenis pakain bekas menyebar ke seluruh wilayah Riau. Malah sebagian besar dari Riau masuk ke sejumlah provinsi tetangga hingga ke Jawa. Peminat pakaian bekas ini cukup banyak. Tidak hanya kalangan masyarakat ekonomi lemah, tapi masyarakat lainnya juga berminat untuk membelinya. Hal itu karena pakaian bekas luar negeri yang memiliki kualitas dan merek terkenal ini masih layak digunakan.
(cha/asy)










































