Rombak Kabinet, SBY Diminta Abaikan Tekanan Politik

Rombak Kabinet, SBY Diminta Abaikan Tekanan Politik

- detikNews
Sabtu, 21 Apr 2007 17:57 WIB
Makassar - Presiden SBY berencana mengumumkan reshuffle kabinet pada awal Mei 2007. Agar mendapat hasil yang bagus, Presiden diminta tidak terpengaruh oleh tekanan politik dari partai politik (parpol) tertentu. "Saya meminta kepada Presiden jangan mereshuffle hanya karena ada tekanan politik," kata Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir kepada wartawan seusai membuka Musyawarah Wilayah Badan Otonom PAN di Hotel Sahid, Jl. Sudirman, Makassar, Sabtu (21/4/2007).Soetrisno juga meminta masyarakat untuk tidak salah kaprah dalam memandang kader-kader partai. "Jangan ada pandangan seolah-olah kader parpol itu tidak profesional, sehingga perlu diganti dengan orang-orang nonpolitik. Itu salah kaprah," jelas dia. Menurut dia, reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden SBY. Karena itu, bila menteri dari PAN - Menhub Hatta Rajasa - diganti, Soetrisno mengaku tidak mempermasalahkannya. "Terserah Presiden mau ganti atau tidak. Tidak masalah apabila diganti. Tapi, ya itu tadi, jangan mengganti karena ada tekanan dari partai politik," tegas Soetrisno. Mengenai kader-kader PAN yang cocok jadi menteri, Soetrisno menyatakan, partai yang dipimpinnya memiliki orang-orang yang kapabel. "Kader PAN banyak, ada di bidang ekonomi, hukum, pertanian, kelautan. Semua bidang ada," ujar dia. (asy/ken)


Berita Terkait