Teknisi NASA Tembak Sandera, Bush Prihatin
Sabtu, 21 Apr 2007 16:56 WIB
Houston - Belum lama insiden berdarah di Universitas Virginia Tech berlalu, aksi brutal kembali terjadi. Teknisi NASA bernama Bill Philips menyandera dua teknisi NASA dan menembak satu di antaranya sebelum akhirnya bunuh diri di Gedung Johnson Space Center, Houston, Texas.Presiden George W Bush yang mendengar informasi kejadian ini pun merasa sangat prihatin."Presiden sangat sedih dan prihatin mendengar banyak nyawa yang hilang. Presiden akan berdoa untuk keluarga korban yang pasti syok dengan peristiwa ini," kata juru bicara gedung putih Tony Fratto seperti dikutip AFP Sabtu (21/4/2007).Menurut petugas polisi setempat, Phillips, seorang teknisi yang telah bekerja untuk NASA selama 12 tahun bertahan di dalam gedung dan menyandera dua karyawan NASA sejak Jumat 20 April. Polisi terus bernegosiasi dengan penyandera, namun tidak berhasil. Hanya suara dar der dor yang terdengar dari dalam gedung.Hingga akhirnya, polisi menerobos masuk dan menemukan dua pria telah tewas bersimbah darah. Sandera pertama bernama David Beverly yang merupakan kontraktor NASA tewas akibat tembakan di dadanya.Pria lainnya, yang diduga sebagai pelaku penyanderaan dan pembunuhan, Phillips, juga tewas akibat timah panas yang menembus kepalanya. Phillips diduga bunuh diri dengan revolver di tangannya setelah membunuh Beverly.Sementara itu, sandera kedua, Fran Crenshaw ditemukan terikat di kursi beberapa jam setelah kejadian. Kontraktor perempuan NASA itu langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.Polisi belum mengetahui pasti motif dari penyanderaan disertai pembunuhan ini. Menurut Direktur Johnson Space Center Michael Coates, ketiga teknisi itu sering terlihat makan siang bersama akhir-akhir ini.
(ken/asy)











































