Polisi Musnahkan 268 Bal Kain Bekas Asal Luar Negeri

Polisi Musnahkan 268 Bal Kain Bekas Asal Luar Negeri

- detikNews
Sabtu, 21 Apr 2007 15:52 WIB
Pekanbaru - Poltabes Pekanbaru memusnahkan barang bukti 286 bal kain bekas asal luar negeri. Tapi anehnya, pihak kepolisian belum pernah berhasil membekuk mafia perdagangan kain eks luar negeri tersebut. Pemusanahan barang bukti dilakukan di areal TPA Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (21/4/2007). Selain pihak kepolisian, pemusnahan juga dihadiri pihak kejaksaan serta sejumlah perwakilan dari Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.Menurut Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Syarif Nursal, pemusnahan barang bekas itu berdasarkan surat dari PN Pekanbaru yang sekaligus disetujui pihak Kejaksaan Negeri Pekanbaru. Barang eks luar negeri ini disita pihak kepolisian dari tangan pedagang di Pekanbaru karena tidak dilengkapi dokumen resmi. "Kita akui, dalam pemusnahan ini kita belum berhasil menyeret tersangkanya. Namun kami akan tetap mengusut siapa dalang pengiriman pakaian bekas eks luar negeri ini," kata Syarif.Syarif menjelaskan, selama ini wilayah Riau memang menjadi gerbang utama dalam aksi penyelundupan barang-barang bekas eks luar negeri, termasuk jenis pakaian. Pakain eks luar negeri ini, merupakan berbagai jenis pakaian bekas dari berbagai negara. Namun selama ini, pusat perdagangan ini tertumpu di Malaysia dan Singapura. Dari sanalah barang-barang ini dikirim melalui pelabuhan tikus di sejumlah perairan di Riau."Pakain eks luar negeri ini sebenarnya juga dilarang untuk dikonsumsi masayarakat kita. Selain itu pemerintah memang melarang adanya jenis impor pakain bekas," kata Nursal.Sekadar diketahui, bisnis pakaian bekas eks luar negeri ini sudah lama marak di Riau. Sebagian besar, barang-barang ini masuk melalui pelabuhan tidak resmi di Dumai dan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hulu. Dari kedua pintu masuk ini, jenis pakain bekas menyebar ke seluruh wilayah Riau. Malah sebagaian besar dari Riau masuk ke sejumlah provinsi tetangga malah sampai ke Jawa. Pekaian bekas ini, peminatnya cukup banyak.Tidak hanya kalangan masyarakat ekonomi lemah, tapi masyarakat lainnya juga berminat untuk membelinya. Hal itu dimungkinkan, karena pakain bekas luar negeri yang memiliki kwalitas dan merek terkenal ini sebagain besar masih bisa dipergunakan. (cha/djo)


Berita Terkait