Bengawan Solo Kritis, Cepu Banjir, Bojonegoro Siaga II
Sabtu, 21 Apr 2007 11:51 WIB
Bojonegoro - Debit Sungai Bengawan Solo yang meninggi mengancam terjadinya banjir besar di sepanjang daerah aliran dari Cepu Jawa Tengah hingga Bojonegoro Jawa Timur. Status Bojonegoro, Sabtu (21/4/2007) dinaikkan menjadi siaga II. Sebab pantauan papan duga Bengawan Solo di utara Pasar Pasar Kota sudah menyentuh 14.20 meter. Meski di pusat kota, air Bengawan belum meluap, namun tetap saja masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai merasa cemas. Mereka menduga banjir besar bisa terjadi."Kita khawatir malam ini banjir besar terjadi. Sebab di daerah atas (Cepu) sudah banjir. Kiriman air kan terus turun ke Bojonegoro," kata Andi, warga Ledok Wetan saat dihubungi detikcom. Komandan Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Pujiono meminta masyarakat untuk tetap waspada. Sebab ada kecenderungan debit air semakin tinggi. Desa yang terancam banjir adalah Ledok Wetan, Ledok Kulon (Kecamatan kota), Jetak (Kecamatan Dander), serta desa- desa yang tersebar di Kecamatan Kalitidu, Malo hingga Padangan yang berada di perbatasan Cepu Blora Jawa Tengah. Saat ini pantauan detikcom, hingga pukul 11.00 WIB, luapan air Bengawan Solo di Cepu sudah merendam sejumlah desa yang berada di alur sungai Bengawan. Ketinggian air sudah mencapai 30 cm hingga 1 meter. Itu terlihat di desa Balun, Yanar, Sumberpitu, Ngelo, Kapuan Kecamatan Cepu.
(gik/asy)











































