Anjloknya KA Citra Jaya
Sebelum Terguling, Penumpang Asyik Ngobrol Bola
Sabtu, 21 Apr 2007 08:47 WIB
Jakarta - Detik-detik proses anjloknya KA Citra Jaya menjadi mimpi buruk bagi Rod Ardea (51). Sebelumnya, pegawai gerbong restorasi makan ini tidak menyangka perjalanannya akan berakhir seperti ini."Kereta melaju dengan sekitar 50 Km/jam. Waktu itu penumpang masih pada ngobrol, bicara masalah bola liga Indonesia. Tiba-tiba saya kena benturan tidak ingat apa-apa lagi," kata Rod saat dihubungi detikcom, Sabtu (21/4/2007).Begitu tersadar Rod hanya bisa teriak dan bertakbir. "Tolong, tolong. Allahu Akbar, Allahu Akbar," teriak Rod.Untungnya di gerbong yang ditumpangi Rod bersama 20 orang lainnya tidak ada yang mengalami luka berarti, meski gerbong sempat terguling 4 hingga 5 kali dari ketinggian 15-20 meter."Saya lemas tidak kuat apa-apa lagi, pelipis saya berdarah tertimpa rak," imbuh penggemar Persib ini.Tak ada siapapun yang menolong waktu itu. Para penumpang hanya bisa saling menolong satu sama lain."Ada 4 penumpang lain yang mendobrak pintu, terus menggotong yang lain ke atas," ungkap Rod.Kini pelipis Rod, ayah 3 anak dan kakek dari 2 cucu ini telah dijahit. Dia bersama penumpang lainnya yang mengalami luka ringan dan dirawat di Puskesmas Malangbong.
(nvt/)











































