'Kerepotan' Baru di Gedung Rakyat

'Kerepotan' Baru di Gedung Rakyat

- detikNews
Jumat, 20 Apr 2007 21:28 WIB
Jakarta - Jika tidak ada aral melintang, mulai 6 Mei 2007 nanti bertepatan dengan masuknya anggota DPR setelah reses sebulan lebih, suasana di DPR dipastikan berubah. Bagi Anda yang tidak memiliki kartu pengenal jangan coba-coba masuk ke gedung wakil rakyat ini karena pasti akan "repot"."Kerepotan" karena ada sistem baru untuk mengawasi orang-orang kerap lalu lalang di DPR. Sistem baru ini dengan menerapkan kartu akses masuk gedung DPR yang sudah dipasang dari pintu gerbang utama dan pintu gerbang belakang Gedung DPR. Kartu akses akan dipasang juga di ruang-ruang kerja anggota DPR di Gedung Nusantara I."Kita akan terus sosialisasikan ini ada semua yang berkantor disini. Kita harapkan tanggal 6 Mei mendatang sudah dapat diopersikan," kata Kepala Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR Mardian Umar dalam sosialisasi kartu akses kepada wartawan di Gedung DPR, Senaya, Jakarta, Jumat (20/4/2007).Tentu bagi yang memiliki kartu akses yang bentuknya mirip ATM itu tidak akan mengalami kerepotan apapun. Tapi bagi yang tidak punya kartu tersebut, mereka harus meminta izin pada Pamdal DPR dengan melaporkan tujuan kedatangan dan meninggalkan kartu tanda penduduk (KTP). Langkah ini dimaksudkan untuk menjauhkan Gedung DPR dari tangan-tangan jahil. Karena selama ini keamanan di DPR tidak terlalu sedap didengarkan. Misalnya tahun 2002 terjadi upaya pengeboman di Gedung Pustakaloka Nusantara IV DPR. Lalu pada 25 Februari 2005 anggota FPAN DPR RI Alvin Lie kehilangan komputer di ruang kerjanya di Nusantara I lantai 20. Baru-baru ini angota FPPP Al-Amin Nur Nasution kehilangan uang Rp 90 juta.Fakta-fakta inilah yang membuat Pamdal DPR tidak ingin kecolongan lagi. Sistem pengamanan berbasiskan tekhnologi inilah akhirnya dipilih untuk mengamankan gedung tempat wakil rakyat ini bersidang. Menurut Komandan Pamdal DPR RI Mardian Umar, peningkatan keamanan di kawasan DPR bukan dimaksudkan untuk mempersulit rakyat untuk memasuki gedung, tetapi semata-mata untuk membuat DPR aman. "Pengetatan akan dilakukan di semua titik mulai dari pintu masuk gerbang utama sampai ke dalam. Semua orang yang masuk ke komplek DPR akan terdata secara otomatis dengan sistem ini," kata Mardian Menurut alumnus Unas ini, setiap hari orang yang masuk di DPR tidak kurang dari 7.000 orang. Jumlah ini termasuk tamu yang hadir. Jumlah karyawan tidak kurang dari 6.673 orang. Selain sistem pengamanan kartu akses pengamanan DPR, juga mengunakan sinar X-Ray, metal detector, kamera CCTV yang sudah dipasang di semua titik strategis tempat anggota DPR beraktifitas seperti yang sudah ada di Gedung Nusantara I, II, III dan IV. Kanopi deteksi bom juga dipasang untuk melihat lalu lalang mobil yang masuk DPR. Kanopi otomatis ini dipasang di pintu gerbang utama dan pintu belakang. fungsi alat ini untuk mendeteksi secara otomatis kendaraan yang lewat jika membawa bahan peledak.Begitu canggihnya alat pengaman ini, tentu menghabiskan dana miliaran rupiah. Sayangnya saat ditanyakan berapa anggaran DPR dihabiskan untuk "memanjakan" anggota DPR ini, Mardiyan enggan mejawabnya."Saya ini cuman pelaksana lapangan saya gak berhak jawab ini. Tanyakan saja kepada Sekjen DPR," pungkas Mardian yang disambut Huuuu. (yid/mar)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads