Ny Lucy Lumpuh, Keluarga Tuduh Dokter Melakukan Malpraktek

Ny Lucy Lumpuh, Keluarga Tuduh Dokter Melakukan Malpraktek

- detikNews
Jumat, 20 Apr 2007 21:13 WIB
Surabaya - Ny Lucy Margarieth Apat (60) tidak menyangka akan lumpuh. Warga Teluk Amurang II nomor 4 RT 1/4 Perak Utara, Surabaya itu berteriak histeris ketika bangun dari tidurnya. Dia tiba-tiba tidak bisa menggerakkan kakinya. Pihak keluarga menuding kelumpuhan itu disebabkan over dosis obat yang dilakukan dokter di RS Pelabuhan PHC Tanjung Perak Surabaya. "Ibu saya teriak histeris ketika bangun tidur jam 05.30 pagi tanggal 31 Januari 2006. Kita semua kaget saat itu," kata Vinny, anak ketiga Ny Lucy, saat dihubungi detikcom, Jumat (20/4/2007) malam.Kesehatan Lucy terganggu setelah dua anak kandungnya meninggal dunia pada 2003. Kemudian April 2004, Lucy syok dan dirujuk ke Rumah Sakit Pelabuhan Surabaya PHC. Dia ditangani oleh dokter F, dokter spesialis jiwa. Sejak saat itu, Lucy selalu melaukan kontrol ke dokter F. Nah, pada 19 Januari 2007, Lucy gagal kontrol ke dokter F. Karena Lucy tidak hadir ke RS, maka selama satu pekan tidak tertangani. Lantas, pada 25 Januari 2007, suami Lucy, Jimmy Amahorseya menemui dokter F. Saat itu, Lucy rewel, sehingga tidak bisa ikut ke dokter. Jimmy menyampaikan kepada dokter F mengenai kondisi istrinya itu. Keluhan yang disampaikan Jimmy ke dokter F, istrinya mengalami kesulitan tidur selama dua hari. Lantas, dr F menambah dosis obat terdahulu, rispedal dan ativan, dari 1/2 MG ke 1 MG. "Ibu saya dikasih obat penenang yang dosis kenaikannya hingga 100%. Sesuai petunjuk dokter, obat itu diminumkan 2 x 1 pagi dan malam selama satu minggu," kata Vinny. Diduga karena overdosis itulah, Ny Lucy mengalami kelumpuhan pada 31 Januari 2007.Sebelum lumpuh, pada tanggal 28 Januari, Lucy tidak bisa menggerakkan lehernya alias tengeng. Dari mulutnya, keluar air liur. Setelah itu, tiga hari kemudian, Lucy tiba-tiba lumpuh. "Kita menduga terjadi malpraktek yang mengakibatkan ibu saya lumpuh. Kita akan menempuh jalur hukum," kata Vinny. Vinny dan keluarganya tak putus asa mencoba kembali mengobatkan ibunya tercinta. Akhirnya 7 Februari 2007, Lucy dibawa kontrol ke dr Eko Wahono, spesialis saraf RS Pelabuhan PHC. Hingga saat ini Ny Lucy hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Setiap malam dia hanya bisa mengerang kesakitan. "Setiap malam selalu nangis kesakitan Mbak. Kita semua kasihan," ungkap Vinny. Sudah lebih dari dua bulan, Lucy dirawat di RS Pelabuhan. Saat ini, dia berada di ruang Paviliun 2 Nilam 6 RS Pelabuhan. (gik/asy)


Berita Terkait