SBY Ragu-ragu Reshuffle, Bikin Menteri Tambah Sakit
Jumat, 20 Apr 2007 17:46 WIB
Jakarta - Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mereshuffle kabinetnya awal Mei 2007 ini diharapkan sebagai yang terakhir. SBY tak perlu ragu-ragu lagi melakukannya. Jika ragu-ragu, makin membuat menteri Kabinet Indonesia Bersatu sakit-sakitan."Kalau ada reshuffle ini yang terakhir kali. Janga ada lagi. Karena hanya akan memperkeruh kerja di kabinet. Menteri jadi tidak konsentrasi dalam bekerja kalau tiap tahun ada reshuffle. Menteri yang sehat jadi sakit. yang sakit semakin sakit," kata Sekjen DPP PPP Irgan Choirul Mahfidz dalam diskusi Dialektika Demokrasi di Gedung DPR/MPR, Senayan Jakata, Jumat (20/4/2007). Menurut orang kepercayaan Suryadharma Ali ini, SBY harus tegas terhadap menteri menteri yang selama ini mendapat sorotan tajam masyarakat. Selain itu menteri yang kinerjanya buruk dan sakit-sakitan juga harus diganti dengan orang-orang yang sehat dan mampu bekerja dengan baik. "Kalau ada menteri yang terkait masalah hukum, seperti Menkum HAM, ya sudah. Jangan diproteksi lagi. Paling tidak cutikan. Selain itu yang sakit-sakitan jangan terus dibebani, biarkan istirahat," katanya Saat ditanya apakah siap menteri-menteri dari PPP di-reshuffle oleh SBY, Igran dengan tegas menjawab tidak peduli. Namun ia menilai menteri-menteri dari PPP semuanya berhasil. Kecuali Menneg BUMN Sugiharto karena selama ini dinilai tidak jelas statusnya apakah kader PPP atau bukan. "Bagi PPP, diajak atau tidak, no problem. Yang penting, hasil reshuffle harus segera mampu menyelesaikan masalah rakyat," tegas Irgan.
(yid/mar)











































