Dino Sampai Lupa Nomor Telepon Rumah Gara-gara Doktrin di IPDN

Dino Sampai Lupa Nomor Telepon Rumah Gara-gara Doktrin di IPDN

- detikNews
Jumat, 20 Apr 2007 17:31 WIB
Jakarta - Doktrin ekstrem terus menghantui benak seluruh praja di IPDN. Doktrin itu ditanamkan saat senior menghukum yuniornya."Memang bener ada, doktrin itu ditanamkan oleh para senior," kata mantan Gubernur Praja IPDN Dino Aries Syahrizal kepada detikcom di kampus IPDN, Jalan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (20/4/20007).Menurut Dino, tidak hanya doktrin 'kalau tidak bisa sentuh hati junior, sentuh ulu hatinya'. Namun masih ada doktrin 'kalau tidak bisa diluruskan, dipatahkan'."Doktrin itu terus-menerus ditanamkan. Kita dicuci otak betul, bahkan kita yang sebelumnya punya kemampuan, di sini tidak keluar," kata praja tingkat IV ini.Dino menceritakan, sebelum masuk ke STPDN (kini IPDN), Dino cukup jago berbahasa Inggis. Namun setelah menerima doktrin-doktrin, Dino seperti kehilangan kemampuannya itu."Saya dulu lancar bahasa Inggris, tapi pas masuk ke sini, lupa. Saya harus belajar lagi dari nol," ujarnya.Bahkan Dino sempat sampai lupa nomor telepon rumahnya sendiri. "Akhirnya saya ingat dan saya catat di buku saku biar tidak lupa," kenangnya.Menurut Dino, kekerasan sudah menjadi pemandangan yang biasa di kampus pencetak pamong praja itu. Karena itu, kematian praja Cliff Muntu seolah-olah bukanlah persoalan yang besar."Bagi mereka, kalau meninggal itu ya dasar Cliffnya saja yang tidak kuat. Kalau tidak terbongkar, mereka akan menganggapnya biasa," cerita Dino. (ken/sss)


Berita Terkait