Mahasiswa Malaya Demo Kasus Lapindo di Gedung Grahadi
Jumat, 20 Apr 2007 15:51 WIB
Surabaya - Seratusan mahasiswa dari Surabaya dan Malang yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malaya melakukan demonstrasi di Gedung Grahadi Surabaya. Mereka menuntut pemerintah memperhatikan kesejahteraan korban lumpur Lapindo Brantas Inc.Mereka longmarch dari kampus Universitas Airlangga yang berjarak sekitar 3 kilometer dari Grahadi yang berada di Jalan Gubernur Suryo, Jumat (20/4/2007). Dalam aksinya, BEM Malaya mendesak Lapindo merealisasikan ganti untung kepada korban lumpur di Sidoarjo."Pemerintah juga harus memperhatikan dampak turunan akibat lumpur Lapindo," kata Detak Yanpratama, perwakilan BEM Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) Surabaya. Sebab saat ini, kata Detak, perekonomian di Jatim sangat terganggu.Aksi ini sebagai wujud solidaritas mahasiswa dan untuk menekan pemerintah agar persoalan lumpur di Porong tidak berlarut-larut dalam penangananya.BEM Malaya, kata Detak, juga akan melakukan chatting nasional dengan BEM perguruan tinggi di Jakarta, Jambi, Sumatera Utara dan Medan untuk menggalang dukungan kepada korban lumpur. Mereka juga mengusung sejumlah poster, antara lain bertuliskan 'Ayo Jangan Sungkan, Tindak Tegas Lapindo", "Korban Lapindo, Kami Bersamamu Kalian Tidak Sendirian", "Wujudkan Cash and Carry 100%", "Lapindo Bungkam Pemerintah Diam, Sariawan?".Aksi ini juga diwarnai teatrikal yang menceritakan penderitaan korban lumpur. Dalam aksi ini, kehidupan warga korban Lapindo digambarkan suram dan kelam, sekelam lumpur.
(gik/asy)











































