Divonis MA Kasus IPDN, Ajudan Walikota Surabaya Menghilang

Divonis MA Kasus IPDN, Ajudan Walikota Surabaya Menghilang

- detikNews
Jumat, 20 Apr 2007 15:35 WIB
Divonis MA Kasus IPDN, Ajudan Walikota Surabaya Menghilang
Surabaya - Ajudan Walikota Surabaya Kenny Pieter Tupamahu yang divonis MA tiga bulan penjara dalam kasus pengeroyokan praja IPDN Cornelius Watimena sulit dilacak keberadaannya. Rumahnya tampak sepi. Kenny yang telah diistirahatkan oleh Walikota Surabaya Bambang DH sebagai ajudan Walikota Surabaya tidak bisa ditemui. Dua telepon milik Kenny yang dihubungi tidak bisa tersambung. Jumat (20/4/2007), detikcom mencoba menghubungi telepon Kenny beberapa kali, namun gagal terhubung. detikcom juga telah mendatangi rumahnya. Namun, rumah keluarga Kenny yang beralamatkan di Perumahan YKP Rungkut Asri Timur XIV /4 Surabaya terlihat lengang. Rumah berpagar tembok putih ini sangat jauh dari kemewahan. Dinding rumah nampak kusam, catnya mulai mengelupas. Selain itu, halaman rumah berukuran 8 x 13 meter ini nampak tidak terawat akibat semak belukar yang tumbuh di halaman.Rumah ini diduga sudah tidak berpenghuni cukup lama. Ini terlihat dari banyaknya brosur iklan maupun surat yang tergeletak di halaman rumah.Sukemiyanto, satpam perumahan tersebut, mengaku mengenal Kenny sebagai orang ramah dan baik. "Dia tinggal di situ bersama orangtuanya," kata dia. Kenny, kata Sukemiyanto, diakui memang jarang pulang ke rumah karena kesibukannya. Kalau pun pulang, tambah dia, sekitar dua minggu sekali. "Dua tiga hari ini memang saya tidak melihat pulang," katanya.Menurut tetangga yang menolak disebut namanya, orangtua Kenny, Sie Tosiou dan Jony Dominggus tinggal di rumah tersebut. "Biasanya kalau pagi ibunya dengan sepeda pancal pergi ke rumah kakak Kenny di Margorejo," katanya. Sedangkan ayah Kenny dikabarkan menderita sakit, sehingga para tetangga jarang melihatnya.Seperti diberitakan Mahkamah Agung (MA) telah memvonis 3 bulan penjara terhadap 7 alumni STPDN (kini IPDN) yang menjadi terdakwa kasus pengeroyokan praja Cornelius Watimena. Salah satu dari dua terpidana itu adalah Kenny Pieter Tupamahu. Walikota Surabaya Bambang DH mengaku telah menonaktifkannya, namun Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Hari Tjahyono menyatakan Kenny cuti. (gik/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads