Ortu Partahi ke Kedubes AS Minta Tanggung Jawab Bush
Jumat, 20 Apr 2007 14:46 WIB
Jakarta -
Orangtua Partahi Mamora Halomoan Lumbantoruan (34), Toham Lumbantoruan dan Letkol CPM Sugiyarti mengadakan pertemuan dengan pihak Kedubes AS. AS menawarkan bantuan, namun keduanya menolak. Keduanya hanya meminta pertanggungjawaban Presiden AS George W Bush.Pertemuan berlangsung di Kedubes AS yang kini dipimpin oleh Kuasa Usaha Kedubes AS John Heffern di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, pada Jumat (20/4/2007) pukul 10.00-11.00 WIB."Pihak Kedubes AS menyatakan belasungkawa pada kami. Kemudian dia menawarkan bantuan. Tetapi kami harus memohon dulu sama mereka. Nah itu kami tidak mau. Kalau mau ngasih, ya ngasih saja," kata Tohom di rumah duka, Mako Akabri RT 08 RW 03 Nomor 8, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur.Dituturkan Toham, ibunda Partahi menangis-nangis menumpahkan unek-uneknya."Ibunya sampai nangis-nangis bilang, warisan sudah dijual semua, utang di mana-mana, anak belum selesai sudah meninggal," ujarnya.Toham maupun Sugiyarti meminta pertanggungjawaban Presiden AS George W Bush."Ibunya minta kronologinya kenapa sampai seperti itu, kok orang bisa membawa senjata dengan bebas," kata Toham. Dalam pertemuan itu, pihak Kedubes AS berjanji akan meneruskan permintaan tersebut ke pemerintah AS.
(aan/sss)










































