Menhub Ultimatum Ambil Alih Proyek KA Bandara
Jumat, 20 Apr 2007 14:32 WIB
Jakarta - Proyek kereta api Manggarai - Soekarno Hatta jalan di tempat. Menhub Hatta Rajasa mengultimatum akan mengambil alih proyek ini jika pelaksana proyek, PT Rail Link, tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu.PT Rail Link adalah anak perusahaan yang didirikan PT Kereta Api dan PT Angkasa Pura II."Kalau dikerjakan ya selesai. Kalau tidur saja ya tidak selesai. Mau kerja atau nggak, itu saja! Saya kasih ultimatum, kalau dia nggak bisa kerjakan, saya ambil alih," tegas Hatta di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (20/4/2007).Hatta mengatakan, Dephub akan memberi deadline hingga akhir 2007 kepada PT Rail Link untuk menyelesaikan masalah engineerig design, pembiayaan dan pembebasan tanah."Kalau tidak berarti mereka tidak bisa bekerja dan kita ambil alih. Pokoknya akhir 2008 atau 2009 sudah harus terpakai," tegas Hatta.Hatta mengaku hingga saat ini dia belum pernah diberi laporan mengenai perkembangan proyek tersebut."Sudah berbulan-bulan sampai sekarang tidak ada kabar beritanya, laporan pun nggak. Kita ingin cepat, kita tidak bisa bekerja dengan birokrat yang tidak punya jiwa kewirausahaan," ujar Hatta.Proyek KA Manggarai - Soekarno Hatta ini mengalami kendala dalam Rancangan Umum Ruang Terbuka (RURT) yang hingga kini dalam tahap pembahasan antara Pemprov DKI, Pemrov Banten dan Dirjen Perkeretaapian Dephub. Hal ini terjadi berkaitan dengan dibangunnya rel baru dari Kalideres ke Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 9,3 km. Sementara total panjang rel KA Bandara dari Manggarai-Soekarno Hatta sepanjang 30 km.
(umi/nrl)











































