Partai Golkar: Parpol Pengusung Cagub Foke Terancam Pecah

Partai Golkar: Parpol Pengusung Cagub Foke Terancam Pecah

- detikNews
Jumat, 20 Apr 2007 07:54 WIB
Jakarta - Krisis cawagub di tubuh Koalisi Jakarta yang mengusung Fauzi Bowo sebagai cagub DKI semakin memperihatinkan. Setelah gembar-gembor mengumumkan cagub bersama pada pertengahan Maret lalu, hingga kini koalisi yang disebut-sebut dimotori Partai Golkar itu belum memutuskan pendamping resmi Foke (sapaan akrab Fauzi Bowo). Sedangkan waktu pendaftaran pasangan cagub-cawagub DKI ke KPUD kurang 3 minggu lagi.Jika krisis cawagub terus berkepanjangan, kendaraan besar yang dikendarai Foke itu dapat tidak tertutup kemungkinan kandas sebelum sampai ke KPUD."Yang saya khawatirkan, di detik-detik terakhir parpol-parpol ini bisa saling berbeda pendapat. Saya tidak ingin mengatakan pecah. Tapi bisa saja ada parpol yang menarik dukungan," ujar Sekretaris Korwil V DKI DPP Partai Golkar, Yasril Ananta Baharuddin, saat dihubungi detikcom, Kamis (19/4/2007). Yasril mengatakan, hingga kini 15 parpol yang sama-sama mendeklarasikan Foke sebagai cagub DKI itu belum melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas lebih serius soal calon pendamping Foke. Sikap 15 parpol yang tidak segera mengambil keputusan menentukan cawagub DKI disesalkan oleh mantan politisi Senayan ini. Di sisi lain, lanjut Yasril, ketidakjelasan cawagub karena tidak adanya ketegasan sikap dari cagub yang diusung bersama yaitu Foke."Parpol-parpol ini harus secepatnya memutuskan sikap bersama soal cawagub. Kemudian diajukan ke cagub. Dan cagub menentukan pilihannya. Jangan sampai di detik-detik terakhir, cagub malah mengambil calonnya sendiri karena lambatnya calon yang diajukan parpol," sesalnya.Jika pada akhirnya Foke mengambil calonnya sendiri di luar nama-nama yang diajukan parpol-parpol pengusung, Yasril mengingatkan, tidak tertutup kemungkinan akan banyak parpol yang hengkang. "Jadi cagub juga jangan sibuk sendiri dengan tim suksesnya. Sebaiknya Foke cepat berinisiatif untuk menpertemukan kembali parpol-parpol ini," tegas dia.Mengenai berkembanganya isu bahwa Koalisi Jakarta telah menetapkan satu nama sebagai cawagub, Yasril mengatakan dirinya tidak mengetahui hal tersebut. "Saya belum mendengar dari Pak Muladi ada keputusan itu. Pertemuan saja belum," pungkasnya.Golkar selama ini mengusung Mayjen Purn Djasri Marin sebagai cawagub. PDIP, anggota Koalisi Jakarta lainnya, menjagokan Mayjen Purn Slamet Kirbiantoro. Sedangkan Partai Demokrat, menunjuk Ferial Sofyan. (rmd/nrl)


Berita Terkait