Ketika Polisi Syariat Berbuat Mesum

Kisah Mesum di Negeri Syariat (1)

Ketika Polisi Syariat Berbuat Mesum

- detikNews
Jumat, 20 Apr 2007 07:17 WIB
Banda Aceh - Jika tak terjadi di Aceh, mungkin kisah-kisah mesum ini tak akan begitu memancing rasa ingin tahu. Sebab, negeri berjuluk Serambi Mekah ini memang punya aturan resmi soal perbuatan mesum. Pelaku yang tertangkap basah, bakal menuai hukuman cambuk. Pelaku-pelaku mesum pun akhirnya lebih takut kepada polisi syariat atau lazim disebut Petugas Wilayatul Hisbah (WH) ketimbang Tuhan. Raihanuddin Lubis (33) yang sehari-hari dikenal sebagai petuuk tergas WH di tingkat provinsi tertunduk lesu di sebuah kursi panjang tua. Wajahnya lelah. Di sebelahnya, duduk seorang gadis, berbusana muslim. Namanya Magdalena (17). Wajah Magdalena, meski ditutupi dengan ujung jilbab putih, tampak terlihat menyimpan kelelahan yang sama. Tulang belakangnya, seolah tak mampu lagi menopang badannya. Jadilah, dia nyaris terbungkuk. Seolah, dia ingin menenggelamkan dirinya dalam balutan busananya. Adegan itu terjadi di depan rumah Kepala Dusun Cempaka Desa Ie Masen Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, pada Kamis 19 April 2007. Ismail Ibrahim, sang kepala dusun, menuturkan pada wartawan di lokasi tersebut, kedua insan yang juga warga Desa Ie Masen ini tertangkap basah ketika sedang berasyik masyuk di sebuah WC umum yang tidak terpakai lagi di desa tersebut pada Kamis sekitar pukul 01.00 dinihari. Tapi bagaimana mereka ditangkap, Ismail enggan bertutur. "Mereka dan pihak keluarga sudah sepakat untuk dinikahkan saja," ujarnya sembari menambahkan, sebenarnya keduanya memang sudah lama berpacaran. Selain wartawan, warga desa sekitar ramai mengunjungi rumah Ismail. Sebab, beberapa wanita yang terlihat ikut menonton adegan itu kesal pada Lubis. "Dia sering larang-larang anak gadis di sini untuk pacaran. Bilangnya kasar lagi. Syukurin, rupanya dia biangnya," ujar salah seorang warga pada wartawan. Akhirnya, karena tak kuasa menahan malu, Lubis dan Magdalena minta izin untuk masuk ke dalam rumah. Sebab kedatangan wartawan di jalan desa yang sempit itu menimbulkan keinginan warga untuk juga datang melihat Lubis dan Magdalena. Beberapa perwakilan wartawan yang diutus masuk ke dalam rumah untuk mewawancarai petugas WH ini nyaris tak bisa mendapatkan keterangan apa-apa. "Dia hanya bilang bersedia jika diminta bertanggung jawab dengan menikahi perempuan itu," terang koresponden SCTV, Mukhtaruddin Yakub, salah seorang wartawan yang ikut masuk ke rumah tersebut. (ray/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads