Aksi Koboi ala Cho Sangat Mungkin Terjadi di Indonesia
Kamis, 19 Apr 2007 21:00 WIB
Surabaya - Kasus penembakan secara membabi buta yang menewaskan 33 orang di kampus Virginia Tech, Amerika Serikat pada Senin (17/4) lalu bisa berpotensi terjadi Indonesia. Apalagi, ditunjang oleh tekanan ekonomi, sosial dan budaya.Pendapat ini disampaikan ahli jiwa RSU dr Soetomo, dr Nalini M Agung SpKJ (Pskiatri). Hanya saja, kata dia, caranya bisa saja berbeda tergantung sarana yang ada. "Itu terjadi karena ledakan dari suatu tekanan psikis, yang gejalanya bisa karena gangguan jiwa berat atau agresivitas," kata dia saat dihubungi detikcom, Kamis (19/4/2007).Bahkan, lanjut Nalini, ledakan tersebut lantaran gangguan jiwa berat atau psikotik. Bila suatu saat terjadi ledakan amarah yang berlebihan bisa dikarenakan faktor eksternal. Namun bila terdapat gangguan jiwa berat, maka faktor eksternal tersebut yang memicu atau memunculkan agresivitas.Tipe gangguan psikotik, lanjut Nalini, menunjukkan gejala abnormal secara kasat mata. "Mereka kerap mengoceh tidak karuan dan melakukan hal-hal yang bisa membahayakan diri dan orang lain, seperti mengamuk," jelasnya.Bila ditemukan pasien psikotik, biasanya psikiatri melakukan perawatan intensif rawat inap. Pasien harus terus berada dalam observasi dokter sampai diizinkan pulang. Namun meski pulang, bukan berarti perawatan selesai. Pasien tetap harus berobat jalan.
(gik/asy)











































