7 Korban Lumpur Lapindo Terganggu Jiwanya
Kamis, 19 Apr 2007 20:38 WIB
Sidoarjo - Ketidakpastian terhadap ganti rugi, membuat 7 warga korban lumpur Lapindo depresi. Mereka akhirnya harus dirawat di Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo karena mengalami gangguan kejiwaan."Mereka mengalami gangguan kejiwaan tahap sedang," kata Kepala Poli Jiwa RSUD Sidoarjo, Wurjaning Hastuti kepada wartawan saat mengunjungi warga korban lumpur di Pasar Baru Porong Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (19/4/2007).Menurutnya, selama warga korban lumpur masih bertahan di tempat penampungan dan belum mendapatkan ganti rugi, maka dipastikan akan lebih banyak lagi warga yang mendapat gangguan kejiwaan.Dari data Poli kejiwaan RSUD Sidoarjo, saat ini dalam sehari warga korban lumpur yang datang untuk melakukan memeriksakan kejiwaannya antara 5 hingga 10 orang."Dengan bertambahnya jumlah warga yang memeriksa kejiwaannya, membuktikan bahwa saat ini banyak warga korban lumpur yang sudah mengalami gangguan jiwa maupun depresi,"ungkap Wurjaning.Jika pemerintah tidak secepatnya menyelesaikan persoalan ini, diyakini akan semakin bertambah banyak warga Porong yang akan menderita sakit jiwa. "Karena apabila mereka dibiarkan dan tidak dirawat secara intensif dapat mengalami gangguan jiwa berat," tuturnya.
(bdh/mar)











































