Partahi Mamora Diberondong Peluru Cho Saat Duduk di Kursi

Partahi Mamora Diberondong Peluru Cho Saat Duduk di Kursi

- detikNews
Kamis, 19 Apr 2007 19:46 WIB
Blacksburg, Va - Kalau bukan karena terlindung tubuh Partahi Mamora Holomoan Lumbantoruan (34), peluru yang bersarang di tubuh Guillermo Colman (38) pastilah banyak.Saat tragedi penembakan mengerikan terjadi, Colman sedang duduk di barisan depan untuk mengikuti kelas hidrologi lanjutan di Universitas Virginia Tech, AS.Tiba-tiba muncullah Cho Seung-Hui (23). Mahasiswa asal Korsel itu membuka pintu dengan tenang dan berjalan masuk."Dia masuk dan mengambil posisi menembak, lalu membidikkan senjata. Pandangan matanya benar-benar kosong, sama sekali tanpa emosi," ujar Colman seperti dilansir USA Today, Kamis (19/4/2007).Seingat Colman, tembakan pertama Cho di kelas itu mengenai seorang mahasiswa di barisan kedua. Lalu suasana kelas menjadi ricuh karena teriakan histeris ketakutan, kesakitan, dan sekarat. Darah pun berceceran di mana-mana.Colman dan sejumlah teman kelasnya kemudian menjatuhkan diri ke lantai. Dia bisa merasakan Cho kemudian berjalan menyusuri barisan bangku demi barisan bangku.Dalam hitungan detik, tutur Colman, Partahi yang duduk selisih satu barisan dari Colman jatuh di atas tubuhnya. Colman saat itu tidak tahu kalau Partahi sudah tertembak. Sementara tembakan Cho yang membabi buta terus berlanjut.Colman merasakan ada goresan di kepalanya. Ternyata lebih dari itu. Sejurus kemudian, Colman sudah bercucuran darah.Lalu tembakan Cho berhenti untuk beberapa saat. Bukan karena Cho berhenti menembak, melainkan karena mengisi ulang senjatanya dengan peluru. Setelah kembali menembakkan sejumlah timah panas, Cho kemudian pergi."Ruang kelas sunyi senyap. Yang kamu bisa dengar hanyalah bunyi tembakan di Norris Hall," kata Colman.Cho kemudian kembali. Colman bisa merasakan sepatu Cho menyentuh tubuhnya. "Saya tidak melihat dia karena muka saya berlumuran darah di lantai," katanya.Cho kemudian kembali menembakkan timah panas. "Peluru-peluru itu menghantam tubuh Lumbantoruan," kata Colman yang meyakini saat itu Partahi telah meninggal."Saat itu banyak hal yang terlintas di pikiran saya. Hal pertama yang terlintas adalah istri saya dan bayi saya," kata Colman.Cho kemudian meninggalkan ruangan dan menembak dirinya sendiri. Kali ini berondongan tembakan benar-benar berhenti. Telepon selular di ruangan kelas kemudian digunakan untuk mengontak 911.Colman yang kemudian berusaha berjalan meninggalkan Norris Hall, mengestimasi ada sekitar 15 orang berada di ruangan kelas sebelum Cho masuk. Dia memperkirakan hanya sekitar 4 orang yang masih hidup.Colman kemudian mengetahui kalau sebutir peluru 9 mm menghantam tengkorak kepalanya. Peluru itu kemudian dikeluarkan melalui operasi. Pria asal Uruguay ini juga menderita luka pada bahunya. Entah apa jadinya jika tubuh Partahi tidak menimpa tubuhnya saat Cho mengamuk. (sss/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait