RCTI Hentikan Iklan Hamid Berlatar Lagu Indonesia Raya
Kamis, 19 Apr 2007 15:19 WIB
Jakarta -
Iklan UU Kewarganegaraan yang dibintangi Menkum dan HAM Hamid Awaludin berback-sound Lagu Indonesia Raya ternyata dibuat RCTI. Stasiun televisi itu telah menghentikan tayangan iklan itu dan meminta maaf kepada Hamid dan masyarakat. Penjelasan RCTI mengenai iklan berback-sound lagu Indonesia Raya itu disampaikan kepada Hamid Awaludin melalui surat resmi RCTI tertanggal 18 April 2007. Surat RCTI ditandatangani Manager Promosi RCTI Nanang E Gani yang di-CC kepada Direktur Utama RCTI Hary Tanoesoedibjo. Fotokopi surat RCTI ini dikirimkan kepada detikcom oleh Depkum dan HAM, Kamis (19/4/2007). Ada lima hal yang disampaikan RCTI dalam surat tersebut: 1. Pemasangan 'musik latar' (back-sound) lagu Indonesia Raya pada iklan-layanan masyarakat UU Kewarganegaraan bertujuan untuk lebih menggugah semangat nilai-nilai kebangsaan masyarakat atas sosialisasi UU tersebut dan merupakan inisiatif pihak unit produksi RCTI. 2. Sehubungan dengan adanya reaksi beberapa pihak atas iklan layanan masyarakat tersebut, maka pihak RCTI menyatakan permohonan maaf kepada masyarakat dan Menteri Hukum dan HAM RI atas adanya 'insiden' yang telah merepotkan berbagai pihak tersebut. 3. Penayangan 'musik-latar' tersebut tidak bermaksud untuk menghina lagu Indonesia Raya atau keperluan komersil (memperbesar keuntungan) sebagaimana yang diatur dalam PP nomor 44 tahun 1958 tentang 'Lagu Kebangsaan Indonesia Raya'4. Pihak RCTI telah mengambil inisiatif untuk menghentikan sementara tayangan tersebut dan segera mengganti musik latar (back sound) tersebut5. Penayangan iklan layanan masyarakat tersebut adalah atas kerja sama pihak RCTI Group, Institut Kewarganegaraan Indonesia dan pihak Depkum dan HAM dan tidak bersifat komersil. Seperti diberitakan detikcom sebelumnya, iklan UU Kewarganegaraan yang dibintangi Hamid Awaludin ini dikritik berbagai pihak. Sebab, iklan ini berlatar potongan lagu Indonesia Raya. Pemotongan lagu Indonesia Raya ini diduga melanggar PP nomor 44 tahun 1958.
(asy/nrl)










































