Tidak Satu pun Pejabat IPDN Datangi Keluarga Praja Aliyan
Kamis, 19 Apr 2007 15:20 WIB
Pontianak - Kematian Aliyan, praja IPDN asal Kalimantan Barat, sangat memukul keluarga. Namun entah bagi IPDN. Yang jelas tidak satu pun pejabat IPDN yang datang berbela sungkawa.Hal tersebut diungkapkan Ahmad Zukfikar, yang mengaku sebagai keluarga Aliyan, saat ditemui di rumah orangtua Aliyan, Jl Apel, Gang Apel II, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (19/4/2007)."Sejak Aliyan meninggal, tidak satu pun pejabat Pemprov Kalbar yang datang ke rumah. Demikian pula dengan pihak kampus STPDN (kini IPDN)," kata Zulfikar. Hal tersebut juga dibenarkan oleh Munziri, paman Aliyan. Menurut Munziri, fotokopi surat kematian Aliyan diterima oleh keluarga melalui pos."Itu pun dikirimkan ke sebuah SD di Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas. Kakak pertama Aliyan adalah salah satu guru di SD tersebut," ungkap Munziri. Munziri menambahkan, kematian Aliyan sangat memukul perasaan ibunya Saroah (74). Terlebih jenazah Aliyan tidak bisa dibawa pulang karena masalah keterbatasan ekonomi."Keluarga akan berkumpul untuk bicarakan langkah-langkah selanjutnya. Terutama soal kepindahan makam Aliyan ke Pontianak," ungkap Munziri.
(djo/nrl)











































