Anggota Parlemen Taiwan Sandera Mahasiswa, Tapi Bohong...!
Kamis, 19 Apr 2007 13:59 WIB
Taipei -
Dua anggota parlemen Taiwan menuai kecaman karena melakukan aksi penyanderaan di sebuah universitas setempat. Mereka dikecam karena aksi tersebut ternyata hanya tipuan mereka untuk mengetes apakah pihak kampus siap menghadapi peristiwa seperti pembantaian di Virginia Tech, AS. Walah!Lee Chen-nan dan Lin Kuo-ching dari partai berkuasa Taiwan, Partai Progresif Demokrat (DPP), melapor ke polisi bahwa tiga mahasiswa di Universitas Nasional Taiwan sedang disandera.Sekitar 55 polisi didatangkan ke kampus itu. Namun ternyata, semuanya hanyalah akal-akalan kedua politikus itu. Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (19/4/2007).Ketika polisi tiba, di depan para wartawan yang hadir, kedua anggota parlemen itu mengklaim bahwa mereka sedang mengadakan "latihan". Mereka berdalih, hal itu dilakukan demi kepentingan siswa."Saya akan mengundurkan diri dan berhenti dari politik jika saya mengadakan latihan ini bukan karena kepedulian pada siswa," tutur Lee membela diri.Namun penjelasan itu tidak cukup untuk meredakan kecaman dan kritikan dari publik. Bahkan partai DPP didesak untuk minta maaf kepada publik Taiwan."Kami mengecam anggota-anggota parlemen itu karena mengganggu kampus serta memaksa kampus dan polisi terlibat dalam pertunjukan seperti itu," demikian pernyataan kabinet Taiwan.
(ita/nrl)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
