Derai Air Mata Iringi Testimoni Korban Lumpur Lapindo

Derai Air Mata Iringi Testimoni Korban Lumpur Lapindo

- detikNews
Kamis, 19 Apr 2007 12:05 WIB
Jakarta - Wajah-wajah sayu sekitar 100 warga Perum Tanggulangin Anggun Sejahtera (TAS) IPorong, Sidoarjo, Jawa Timur, itu berurai air mata. Mereka menangis saat memberi testimoni sebagai korban lumpur Lapindo."Anak saya mau ujian tapi tidak bisa belajar dengan tenang. Saya juga tidak bisa lagi membantu suami saya bekerja mencari nafkah. Mandi antre, makan nggak cukup gizi, anak-anak tidak bisa sekolah."Itulah salah satu testimoni yang disampaikan salah satu korban, Kurniati, di Auditorium Universitas Paramadina, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (19/4/2007).Suara Kurniati tidak terlalu jelas. Sebab dia menceritakan nasibnya yang tidak jelas usai tempat tinggalnya diterjang lumpur sambil berurai air mata. Tangisan perempuan itu memicu tangis korban lainnya.Berbeda dengan Kurniati, testimoni korban lainnya yang juga koordinator aksi, Agus Haryanto, bernada kesal."Saya heran kepada pemerintah, menanggung Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) saja bisa, kenapa membayar korban Lapindo tidak bisa. Congkel saja mata pemerintah agar bisa melihat penderitaan kami," teriak Agus dengan penuh emosi.Dia juga menyampaikan kekecewaannya, karena selama beberapa hari berada di Jakarta, namun Presiden SBY tak kunjung menemui mereka. "Yang memilih presiden adalah rakyat dan bukan Lapindo, tetapi mengapa mau bertemu presiden saja tidak bisa. Kita akan terus di sini (Jakarta) sampai presiden mau menemui kita," lanjutnya.Sebagian korban Lapindo yang datang untuk memberikan testimoni memakai kaos warna kuning dan merah bertuliskan 'Korban lumpur Lapindo'. Mereka juga membawa bendera Merah Putih sebagi simbol bahwa mereka adalah warga negara Indonesia yang harus tetap diperhatikan nasibnya. (nvt/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads