Kekerasan di IPDN Membuat Praja Antidemokratis
Kamis, 19 Apr 2007 11:11 WIB
Jakarta - Praja-praja di IPDN boleh jadi punya rasa kepatuhan yang patut diacungi jempol. Namun sikap patuh itu diperoleh melalui kekerasan. Sistem semacam itu dapat menjadikan praja antidemokratis.Hal itu disampaikan pakar pendidikan Mochtar Buchori dalam diskusi terbatas bertajuk 'Kekerasan IPDN dari perspektif keterbukaan informasi dan demokratisasi pendidikan' di Hotel Ibis Tamarin, Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2007)."Untungnya bupati sekarang dipilih secara langsung. Jika tidak camat-camat preman ini bisa jadi bupati," kata Mochtar.Menurut Mochtar, pendidikan di kampus pencetak aparatur negara itu berbau militer. "Bukan militer tapi sok militer," ketusnya.Namun dia mengatakan, reformasi di IPDN tidak hanya sekadar mengganti rektor atau mengubah kurikulum, namun merombak secara total IPDN menjadi lembaga pendidikan calon praja yang berwatak demokratis.
(ken/nrl)











































