Wartawan Pengedar Narkoba Digulung
Rabu, 18 Apr 2007 16:51 WIB
Surabaya - Polres KP3 Tanjung Perak menggulung kawanan pengedar narkoba kelas teri. Dari 5 tersangka, salah satunya bernama Susilo, mengaku sebagai wartawan tabloid mingguan di Surabaya.Susilo ditangkap di rumah Nurhayati alias Hesty (37), warga Asem Jaya Surabaya. Menurut Kasatreskrim Polres KP3 Tanjung Perak AKP Wiyogo Pamungkas menyatakan polisi mengintai Hesty karena mendapat laporan dari warga. Kepada wartawan, Susilo menolak mengakui shabu-shabu itu miliknya. "Saya hanya mengantar," kata Susilo yang mengaku wartawan News Indonesia ini. Dari nyanyian Susilo kemudian polisi menciduk Mukid dan Dedi. Dedi diciduk karena menjual shabu-shabu ke Mukid."Susilo hanya disuruh Mukid mengantar barang ke Hesty. Mukid mengaku disuruh Mudofar yang saat ini mendekam di Polsek Lakarsantri," kata Wiyogo kepada wartawan di Mapolres KP3 Tanjung Perak Surabaya, Rabu (18/4/2007).Dari tangan tersangka Dedi polisi mengamankan barang bukti antara lain 1 gram shabu-shabu, 95 butir ekstasi merek butterfly, 1 butir ekstasi berwarna kuning merek LV, seperangkat alat hisap shabu-shabu serta 1 gulung alumunium foil. Tampaknya jaringan ini tergolong kelas teri. Terbukti mereka saling menggigit satu sama lain. Deni yang sudah ditangkap kembali menggigit kawannya, Arnold."Semua ini merupakan satu ikatan, tapi untuk Dedi dan Arnold mempunyai jaringan yang lebih rapi," terang AKP Wiyogo.Polisi kata Wiyogo masih akan mengembangkan kasus tersebut. Sebab Dedi maupun Arnold mengaku pernah memesan narkoba kepada 'P', salah satu narapidana yang mendekam LP Madiun.
(gik/nrl)











































