Sultan: Tirulah Mbah Maridjan!
Rabu, 18 Apr 2007 15:52 WIB
Yogyakarta - Mbah Maridjan, abdi dalem Kraton Yogyakarta yang menjadi juru kunci Gunung Merapi yang tinggal di Dusun Kinahrejo, Cangkringan Sleman menjadi ikon Yogyakarta. Dia dinilai memegang amanat dan bertanggung jawab atas tugasnya sebagai juru kunci. Karena itu, Mbah Mardijan perlu jadi suri teladan. "Meski Mbah Maridjan sebagai orang kecil, orang lugu dan orang yang tak punya pamrih tapi mengerti tanggung jawab, apa arti itu amanat dan kewajiban untuk dilaksanakan," kata Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat berdialog dihadapan puluhan ribu warga Yogyakarta yang memadati Pagelaran Kraton Yogyakarta, Rabu (18/4/2007).Dalam dialog yang berlangsung lebih kurang satu jam itu, Sultan didampingi istri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas serta anak-anak dan menantu. Turut hadir pula, Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX serta 4 bupati dan walikota se-DIY.Dia mengatakan Mbah Maridjan tidak mungkin mengungsi, biar pun Merapi akan meletus. Karena kalau sampai meninggalkan tempat, berarti mengingkari tanggung jawab yang diembannya. Ibaratnya seperti di militer, bila sampai meninggalkan posnya, berarti telah melakukan desersi."Maridjan tidak akan melakukan itu. Lebih baik mati dalam melaksanakan tugas daripada mengingkari tanggung jawab," kata dia. Namun Sultan melihat, orang justru menyanjung Maridjan bukan untuk meniru dia. Saat ini para pemimpin perlu berkaca dan meniru termasuk dirinya sendiri untuk meniru tanggung jawab seperti yang dilakukan juru kunci Merapi itu. "Ini yang harus kita tiru termasuk diri saya sendiri," demikian Sultan.
(bgs/asy)











































