Sudah Saatnya Indonesia Membuat Radar Sendiri
Rabu, 18 Apr 2007 15:38 WIB
Jakarta - Sejak tahun 2000, peranan radar dianggap semakin penting. Hal ini antara lain terkait semakin majunya teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi. Sayangnya, Indonesia masih belum bisa membuat sendiri."Indonesia selama ini hanya bisa membeli radar jadi saja, dan tidak mencoba mengembangkan atau membuat sendiri," ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Prof Dr Masbah Siregar.Hal ini disampaikan dia dalam seminar bertajuk 'Radar Nasional 2007' di Gedung LIPI, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (18/4/2007).Padahal menurut Masbah, para peneliti teknologi di Indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan radar di Tanah Air. Apalagi, pengetahuan dasar untuk mengembangkannya sudah dimiliki.Sayangnya pengembangan produksi radar dalam negeri masih terbentur dana. Maklum, diperlukan dana yang cukup besar untuk mengembangkannya."Radar itu sangat penting, karena tidak hanya menyangkut soal ketahanan saja, namun juga keselamatan. Banyak juga problem nasional yang terkait dengan aplikasi radar, seperti keselamatan transportasi laut dan udara," beber Masbah.Dan untuk memajukan teknologi radar, pada umumnya ada 4 kunci utama. Kunci itu adalah pengetahuan tentang radar, optimalisasi komponen yang dimiliki, bujet, dan sinkronisasi kebijakan.Fungsi radar juga sangat berperan di bidang militer atau pertahanan keamanan. Apalagi radar juga merupakan bagian dari alat utama sistem pertahanan (alutsista).Dengan adanya radar, maka alutsista semakin memiliki kinerja prima dalam detecting, directing, delivering, dan destroying. Dan fungsi itu merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem C4I yaitu comment, control, computer, communication, dan intelligent yang merupakan faktor keunggulan teknologi dalam sistem hankam di suatu negara.
(nvt/nrl)











































