DPD Desak SBY Copot Menteri yang Sakit-sakitan
Rabu, 18 Apr 2007 14:51 WIB
Jakarta - Rencana reshuffle cukup menggelitik DPD untuk dikomentari. Presiden SBY dinasihati agar mencopot menteri yang sakit-sakitan."Jangan memilih menteri yang sakit. Jadi menteri-menteri yang sudah sakit diberi kesempatan untuk istirahat saja. Jangan diberi beban di kabinet," ujar Wakil Ketua DPD Laode Ida.Hal ini disampaikan dia dalam keterangan pers di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (18/4/2007).Dia menilai reshuffle sangat diperlukan untuk perbaikan kinerja kabinet. Namun SBY harus memilih calon-calon menteri yang memiliki visi ke daerah dan kondisi kesehatan yang prima.Menurut senator asal Sulawesi Tengah ini, SBY tidak boleh ragu-ragu dalam melakukan reshuffle. Jika SBY semakin bimbang dan ragu akan dimanfaatkan elit politik untuk menjadi bargaining demi kepentingan parpolnya."Presiden harus tegas kalau ada reshuffle, setidaknya per tangal 1 Mei sudah aktif kerja menteri baru itu, jangan digantung terus," cetusnya.Mantan aktivis LSM ini menilai sebagian besar menteri yang ada di kabinet ini layak di-reshuffle. Namun sayangnya dia enggan menyebutkan satu per satu menteri yang layak di-reshuffle."Nggak etis kalau saya yang menyebutkan," katanya singkat.Laode juga mendesak SBY memberhentikan menteri yang merangkap jabatan dengan parpol dan tidak memilih menteri penggantinya yang merangkap jabatan di parpol."Karena dipastikan menteri tersebut tidak akan bekerja untuk negeri ini, tapi hanya untuk parpolnya," tandas Laode.
(nik/sss)











































