Penolakan Sultan Jadi Gubernur Lebih Dahsyat dari Gempa 27 Mei
Rabu, 18 Apr 2007 14:45 WIB
Yogyakarta - Warga Yogyakarta mempertanyakan sikap Sri Sultan Hamengku Buwono X yang tidak mau lagi dicalonkan sebagai gubernur DI Yogyakarta. Sikap Sri Sultan ini dinilai sungguh mengguncang, lebih dahsyat dari gempa 27 Mei. Hal tersebut disampaikan para perwakilan dari 4 kabupaten dan 1 kotamadya di wilayah DI Yogyakarta dalam Pisowanan Ageng di Pagelaran Kraton Yogyakarta, Rabu (18/4/2007)."Pernyataan tersebut sangat mengguncang warga Yogyakarta. Guncangan itu lebih dahsyat dari gempa 27 Mei lalu. Apa sultan tidak cinta lagi pada rakyat Yogyakarta," kata Wisnu Aji, wakil dari warga Kabupaten Sleman.Pertanyaan senada juga disampaikan oleh wakil dari Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Kulonprogo, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul, secara berurutan. Sri Sultan mendengarkan dengan seksama setiap pertanyaan yang disampaikan wakil warganya itu.Sri Sultan hadir di Pisowanan Ageng dengan didampingi oleh istrinya GKR Hemas, anak serta menantunya. Sri Sultan datang melewati siti hinggil (tanah yang tinggi) di pintu belakang Pagelaran. Sebab bagian depan sudah dipenuhi ribuan rakyat Yogya.Selain Sri Sultan hadir pula Wakil Gubernur DIY, bupati se-Yogyakarta dan pejabat pemerintahan DI Yogyakarta.
(djo/asy)











































