Menanti Rajawali ITB Ngamuk

Final L`Oreal e-Strat Challenge

Menanti Rajawali ITB Ngamuk

- detikNews
Rabu, 18 Apr 2007 14:06 WIB
Menanti Rajawali ITB Ngamuk
Den Haag-Bandung - Tim Rajawali ITB akan bertarung di final kompetisi simulasi bisnis L`Oreal di Paris hari ini, Rabu (18/4/2007). Lawan terbesar mereka adalah diri sendiri.Tim beranggotakan Yafis Afi, Pandu W. Sastrowardoyo, dan Antonius Krisna Murti, terbang ke Paris pada Senin dan baru tiba Selasa pagi kemarin waktu setempat. Praktis tidak ada waktu untuk aklimatisasi dan mereduksi jet lag. Konsentrasi dan kondisi fisik yang menurun bisa ikut mempengaruhi kinerja mereka di final. Secara kemampuan, tim yang mengibarkan bendera ITB di kancah internasional ini sejajar dengan tim-tim juara zona 1 sampai 7, yang menjadi lawan di final. Mereka adalah tim FreibergerMounties, Technische Universitat Bergakademie, Freiberg (Jerman); RoC, Universita Bocconi, Milan (Italia); Farsighted, Tambov State Technical University (Rusia); RoadRunner, Marmara University (Turki); BLM, Universidade Federal do Rio de Janeiro (Brazil); Goldengopher, University of Minnesota - Carlson School of Management, (AS); dan TheChinaTeam, Shanghai Jiaotong University (Cina). "Tim Rajawali sudah sangat master dalam game ini, setelah mempelajari langkah-langkah Tim Paradiso dan beberapa tim lain," pendapat Prama Imran Chusnun, mantan Tim Paradiso ITB finalis L`Oreal e-Strat Challenge 2006, saat dihubungi detikcom menjelang Tim Rajawali berangkat, Senin (16/4/2007).Hanya saja menurut Prama, Tim Rajawali mungkin punya uphill battle (pekerjaan berat, red) di mana latar belakang mereka bukan bisnis atau ekonomi. Seperti diberitakan detikcom sebelumnya, Yafis Afi adalah mahasiswa Teknik Penerbangan ITB, sedangkan Pandu W. Sastrowardoyo, dan Antonius Krisna Murti dari Teknik Lingkungan ITB. Prama menduga Trio ini terampil menjadi 'manajer' berkat banyak belajar tentang bisnis dan korporasi dari kompetisi ini.Meskipun demikian, dia melihat pertarungan di kategori strata 1 (undergraduate) lebih fair, sebab peserta belum pernah masuk dunia perusahaan dan belum punya pengalaman kerja. Berbeda dengan kategori MBA (S2) yang dijalaninya dulu, di mana pengalaman kerja peserta tidak berimbang.PemenangBagaimana Tim Rajawali dan 7 pesaingnya dari Jerman, Rusia, Italia, Turki, Brazil, AS dan Cina harus memenangi babak final ini? Mereka jelas dituntut unggul dalam hal konsep bisnis, termasuk produksi, pemasaran, dan tanggung jawab sosial perusahaan.Namun menurut Prama masih ada faktor lain, yakni tim jury akan memperhatikan apakah perusahan yang dipresentasikan mirip dengan perusahaan L`Oreal dari visi misi hingga ke proses distribusi dan pemasaran. Tim harus bisa meyakinkan tim jury bahwa rencana bisnis dan perusahaannya layak dibeli."Jury juga melihat seberapa jauh tim mengerti tentang industri kosmetika dan kecantikan. Cara presentasi, rasa percaya diri, dan percaya atas perusahaannya. Jury juga akan melihat mereka secara individu, kepribadian, dan tingkat pengetahuan tentang tanggung jawabnya masing-masing sebagai CEO, COO dan CFO," papar putera pasangan Muhammad Chusnun dan Prastuti Soewondo itu.Dan semua itu, lanjut Prama, berlangsung dalam tempo yang cukup singkat. Setiap tim diberi waktu cuma 20 menit untuk presentasi, dengan tambahan 5 menit untuk tanya jawab. Prama berharap agar Tim Rajawali menjaga profesionalisme dan citra, karena mereka merupakan wakil ITB dan Indonesia. Untuk presentasinya, mereka harus menguasai dan harus percaya diri dengan perusahaan mereka. "Tim yang paling convincing (meyakinkan, red) yang akan menang," tandas Prama. Kita nantikan amukan Rajawali ITB di Paris dan berjaya menaklukkan para kompetitornya. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads