Maskapai Nasional Tak Gentar Hadapi Travel Warning AS

Maskapai Nasional Tak Gentar Hadapi Travel Warning AS

- detikNews
Rabu, 18 Apr 2007 14:02 WIB
Jakarta - Travel warning Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Indonesia agar tidak menggunakan maskapai penerbangan Indonesia bila menuju ke atau dari Indonesia tidak membuat sejumlah maskapai penerbangan Indonesia gentar. Travel warning dari Kedubes AS tidak mempengaruhi load factor penerbangan internasional sejumlah maskapai penerbangan.Bahkan ada maskapai yang pernah menerima surat kepuasan dari Chief Executive Officer (CEO) sebuah perusahaan information technology (IT) dari negara Paman Sam."Kita bahkan pernah terima surat kepuasan dari seorang CEO IT dari AS dalam sebuah penerbangan domestik," kata Humas Batavia Air, Anton Situmeang. ketika dihubungi detikcom Selasa (17/4/2007) malam.Maskapai domestik yang mempunyai penerbangan internasional ke Guangzhou, Cina, ini mengatakan load factor tidak terpengaruh baik untuk rute internasional maupun rute domestik."Sekarang lagi low season, tapi tidak ada penurunan. Tetap normal, rata-rata load factornya 80-85% ," ujarnya.AdamAir Punya Pelanggan LoyalHal yang sama juga diungkapkan oleh PT AdamSky Connection Airlines (AdamAir), bahwa travel warning dari Kedubes AS ternyata tidak mempengaruhi load factor penerbangan rute internasional maupun domestik."Sampai sekarang tidak ada pengaruhnya terhadap load factor, rata-rata 85%," kata Direktur Komunikasi AdamAir, Danke Drajat, kepada detikcom.Untuk penerbangan internasional, menurut Danke, AdamAir sudah punya penumpang loyal. Maskapai yang mempunyai rute Singapura dan Penang, Malaysia, ini sebagian besar adalah penumpang domestik."Seperti rute Singapura, itu penumpang dari mancanegara 40 % dan dari domestik 60%. Yang naik AdamAir kan nggak sekali dua kali, kita sudah punya loyal customer," ungkapnya.Garuda : Itu Hak ASSementara itu PT Garuda Indonesia mengatakan bahwa travel warning merupakan kebijaksanaan Kedubes AS bagi warga negaranya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Komunikasi PT Garuda Indonesia, Pujobroto, dalam pesansingkatnya kepada detikcom.Terlepas dari travel warning tersebut, lanjut Pujo, sebagai penerbangan yang melayani rute internasional, Garuda selalu memenuhi standar penerbangan negara tujuan."Garuda memenuhi standar otoritas penerbangan sipil Australia, Jepang, New Zealand, Singapura dan lain-lain. Dampak yang terjadi dalam pemeringkatan maskapai hanya dirasakan dari Australia," pungkas Pujo. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads