Kebaktian Digelar untuk Mendoakan Partahi Mamora
Rabu, 18 Apr 2007 12:13 WIB
Medan -
Para pelayat terus berdatangan ke kediaman keluarga Partahi Mamora Halomoan Lumbantoruan di Jalan Karsa Medan, Rabu (18/4/2007). Para pelayat juga melakukan kebaktian untuk mendoakan Mamora yang tewas dalam penembakan brutal di Virginia Tech, Amerika Serikat tersebut. Kebaktian itu dilaksanakan secara sederhana di dalam rumah, dipimpin seorang pendeta. Sebagian besar pelayat duduk di kursi, namun sebagian ada juga yang terpaksa berdiri, karena keterbatasan tempat. Namun tidak mengurangi kekhusukan. "Kebaktian ini untuk mendoakan Mamora. Agar dia diberi ketenangan, selain itu juga mendoakan agar keluarga selalu dberi ketabahan," kata J Simanjuntak, salah satu pelayat. Para pelayat, pada umumnya tetangga, keluarga dan kerabat Toham Lumbantoruan, ayah kandung Partahi Mamora Halomoan. Selain itu ada beberapa kolega dari pemerintahan maupun dari DPRD Sumatera Utara. Dalam pernyataannya di hadapan pelayat, Toham Lumbantoruan menyatakan keluarga tabah menerima berita duka ini. Namun satu hal yang sulit dia mengerti, bagaimana bisa, pelaku penembakan bebas berkeliaran membawa senjata di lingkungan universitas. "Dua jam setelah melakukan penembakan pertama di asrama, pelaku masih bisa membawa senjata dan menembak membabi-buta di dalam kampus. Saya sulit mengerti bagaimana ini bisa terjadi," kata Toham Lumbantoruan yang merupakan pensiunan Letnan Kolonel di Kodam I Bukit Barisan. Namun begitu, kata Toham Lumbantoruan, semua keluarga menyadari ini merupakan jalan yang telah ditentukan Tuhan. Takdir menentukan, Mamora harus meninggal dunia saat berupaya menyelesaikan pendidikan S-3 nya di sana. "Mungkin ini cara agar kami tidak sombong nantinya karena ada yang berpendidikan tinggi di keluarga. Mungkin inilah maksudnya," kata Toham Lumbantoruan dengan sedih yang ditahan.
(rul/asy)










































