Usai Tragedi Virginia, Presiden Korsel Gelar Sidang Darurat
Rabu, 18 Apr 2007 10:52 WIB
Seoul -
Presiden Korea Selatan (Korsel) Roh Moo-Hyun menggelar sidang darurat dengan para pejabat tinggi negeri Ginseng itu menyusul pembunuhan besar-besaran di Universitas Virginia Tech, AS. Sidang kabinet itu diadakan setelah diketahui bahwa pelaku penembakan brutal itu adalah seorang mahasiswa asal Korsel. Presiden Roh sangat terkejut atas penembakan tragis itu. Demikian disampaikan juru bicara kepresidenan Korsel Oh Young-Jin seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (18/4/2007).Roh juga menyerukan komunitas Korea di AS serta warga Amerika untuk "dengan bijak menghadapi" saat-saat sulit yang ditimbulkan akibat tragedi penembakan itu. Kepolisian Virginia menyatakan, Cho Seung-Hui, mahasiswa bahasa Inggris di Virginia Tech merupakan satu-satunya pelaku penembakan paling mematikan dalam sejarah AS itu. Dengan dua pistolnya, pria Korsel berusia 23 tahun itu menewaskan 32 orang sebelum menghabisi nyawanya sendiri.Koran-koran Korsel memuat tragedi penembakan itu di halaman depan edisi mereka. "Kami harap insiden tragis ini tidak akan dijadikan alasan untuk diskriminasi dan prasangka terhadap warga Korsel dan Asia lainnya," demikian tulis harian Hankyoreh dalam editorialnya.Jutaan warga Korea saat ini tinggal di Amerika yang menjadi negara sekutu terdekat Korsel sejak tahun 1948 menyusul perang dengan Korea Utara (Korut).
(ita/nrl)










































