Warga Berpakaian Adat Sambut Penutupan Lokalisasi Saritem

Warga Berpakaian Adat Sambut Penutupan Lokalisasi Saritem

- detikNews
Rabu, 18 Apr 2007 10:13 WIB
Bandung - Lokalisasi Saritem bakal ditutup, Rabu (18/4/2007). Warga sekitar menentang keras. 12 Orang berbalut pakaian adat menyambut kedatangan aparat pembongkar Saritem. Warga pun berjoget ria.Sebanyak 8 perempuan dan 4 pria tampak mengenakan baju adat Sunda warna kuning lengkap dengan konde dan blangkon. Wajah mereka pun dihias make up.4 Pria yang telah didandani terlihat mengusung payung pengantin warna kuning. Mereka berdiri di depan panggung berukuran 3x4 meter yang dibangun di Jalan Saritem."Kita sengaja menyambut aparat untuk menunjukkan bahwa warga Saritem bukan teroris atau kriminal, jadi tidak perlu khawatir," kata Ketua RW O7, Yayan, kepada detikcom.Sementara itu, 2.000 warga RW 7,8,9 Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, tampak menyemut di gang-gang di 13 titik. Mereka menolak keras penutupan lokalisasi Saritem lantaran khawatir kehilangan mata pencaharian.Warga juga mendapat dukungan dari Angkatan Muda Siliwangi (AMS) yang mengenakan pakaian loreng dan Forum Bela Bangsa yang terbalut kaos hitam. 75 Anggota ormas itu berjaga-jaga di mulut Jalan Saritem."Saya tidak tahu ditugasin di sini. Pokoknya diminta menunggu di Saritem," kata seorang anggota AMS.Suasana di Jalan Saritem tampak meriah. Warga berjoget di atas panggung sambil diiringi musik khas daerah setempat.Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, aparat Satpol PP, Kodim, ormas Islam yakni FPI dan Bandung Maksiat Watch (BMW) telah berkumpul di Balaikota Bandung. Diperkirakan jumlah mereka ada ribuan orang.Sementara, 17 personel Polsek Andir berjaga-jaga di depan Polsek yang jaraknya tidak jauh dari Jalan Saritem.Kapolsek Andir AKP Nana Mulyana mengatakan suasana di Saritem masih kondusif."Kami berharap warga maupun aparat yang akan menyegel bisa menahan diri," kata Nana.Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Bambang Suparyono saat meninjau lokalisasi Saritem semalam mengaku tidak menerjunkan pasukan mengamankan penyegelan.Menurut dia, kepolisian akan menerjunkan pasukan jika keadaan tidak kondusif."Posisi kepolisian hanya menjaga saja, karena yang punya hajat penyegelan ini Pemkot dalam hal ini Satpol PP," ujar Bambang.Pulang KampungLokalisasi Saritem untuk sementara steril dari PSK. Kupu-kupu malam itu telah boyongan ke kampung halaman mereka menyusul penyegelan tempat kerjanya.400 PSK lebih memilih pulang kampung. Ada yang pergi ke Cimahi, Majalengka, Sumedang, dan Indramayu."Saya diminta pulang sama bos. Nanti akan dikabari lagi bila keadaan sudah normal," kata Neneng (20), PSK asal Cimahi, Rabu dinihari. (aan/nrl)


Berita Terkait