Ibu Tiri Partahi Shock Berat
Rabu, 18 Apr 2007 10:06 WIB
Semarang - Kematian Partahi Mamora Holomoan Lumbantoruan (34) juga membuat duka di kediaman Letkol (CPM) MF Sugiharti (54), di Jl Sinar Waluyo Utara, No 671, Genuk, Semarang, Jawa Tengah. Sugiharti shock berat.Sugiharti adalah ibu tiri Partahi. Sejak menerima kabar kematian anaknya, Sugiharti terus menerus menangis. Tak sesuap makanan pun yang bisa ditelannya. Wanita ini benar-benar kehilangan Partahi.Saat detikcom berkunjung ke rumah Sugiharti, Rabu (18/4/2007), sebuah tenda terpasang di depan rumah. Sejumlah kerabat mulai berdatangan. Puluhan tetangga juga melayat dan menyampaikan rasa bela sungkawa. Setiap kali mendapatkan ucapan duka cita, isak tangis Sugiharti kembali terdengar. Wanita ini tidak beranjak sedikit pun dari tempat duduknya."Ibu Sugiharti sangat shock waktu mendengar kabar kematian Partahi dari keluarga di Medan," kata Sukarno, adik ipar Sugiharti, kepada detikcom.Meski ibu tiri, Sugiharti sangat dekat dengan Partahi yang dirawatnya sejak usia 8 tahun. Jadi sangat wajar jika wanita yang bertugas di Pomdam Diponegoro ini sangat terpukul dengan kematian Partahi.Sugiharti menikah dengan Toham Lombantoruan, ayah kandung Partahi, pada tahun 1981. Namun dua tahun belakangan ini, pasangan suami istri ini hidup terpisah karena Toham pensiun sedangkan Sugiharti harus berdinas di Semarang. Meski demikian, komunikasi keduanya tetap berjalan baik."Pak Toham selalu telepon ke sini, demikian pula sebaliknya. Jadi meski tidak serumah, hubungan mereka baik-baik saja," ujar Sukarno.Sukarno menambahkan, malam ini juga Sugiharti akan ke rumah duka di Mako Akabri RT 8 RW 3 No 8, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur. Sugiharti berangkat dengan menggunakan pesawat terbang.
(djo/nrl)











































