Proses Pemulangan Jenazah Bang Mora Terhambat Prosedur
Rabu, 18 Apr 2007 09:46 WIB
Virginia - Jenazah Partahi Mamora Holomoan Lumbantoruan (34), korban penembakan di Virginia Tech University Senin 16 April 2007 yang lalu, hingga saat ini masih tertahan di kamar jenazah Rumah Sakit Medical Examination Office, Blacksburg, Virginia. Jenazah pria yang akrab disapa Bang Mora ini, bersama ke 32 korban yang lain, masih belum diperkenankan untuk keluar dari rumah sakit, untuk alasan penyidikan dan prosedur pemeriksaan yang lain. Hal ini sangat dimaklumi, karena peristiwa penembakan massal ini merupakan hal yang sangat memukul bagi seluruh warga Amerika, apalagi bagi daerah Virginia yang dianggap wilayah dengan tingkat kriminalitas rendah. Demikian dilaporkan reporter detikcom di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini , Rabu (18/4/2007) waktu Indonesia."Kota ini (Blacksburg), adalah kota kecil yang tergolong aman. Masyarakat di sini sangat konservatif. Tempat keramaian seperti bar, sudah ditutup pada jam 1 malam. Hukuman bagi para pelanggar hukum di sini juga sangat keras, sehingga masyarakat sangat patuh dengan aturan yang diterapkan disini. Peristiwa di kampus Virginia Tech, sangat mengejutkan kami," ungkap sahabat Bang Mora, Adi Kusuma.Adi saat dihubungi detikcom sedang menerima sejumlah tamu dari masyarakat Indonesia di AS dan berkumpul di rumah salah satu mahasiswa Indonesia di Blacksburg. "Mudah-mudahan hal ini hanyalah isolated incident," imbuhnya.
(eis/nrl)











































