Wapres Luncurkan Buku 'Kisah di Balik Damai di Aceh'
Selasa, 17 Apr 2007 20:22 WIB
Jakarta - Sebuah buku yang menceritakan berbagai kisah di balik proses perundingan damai antara pemerintah Indonesia dengan GAM diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Peluncuran di Gran Melia Hotel, Kuningan, Jakarta, Selasa (17/4/2007) pukul 19.30 WIB ini cukup meriah. Buku ini ditulis oleh Farid Husain, salah satu anggota juru runding wakil Indonesia. Buku ini berjudul "To See The Unseen, Kisah di Balik Damai di Aceh."Hadir sejumlah tokoh yang terlibat dalam perindangan damai di Helsinki. Menkum dan HAM Hamid Awaludin, mantan PM GAM Malik Mahmud, Menkominfo Sofyan Djalil, dan Gubernur Aceh Irwandy Yusuf. Selain itu hadir juga Mentan Anton Apriantono, Menneg Pora Adhyaksa Dault, Ketua MUI KH Ali Yafie dan sejumlah duta besar negara sahabat.Dijelaskan Farid, buku ini merupakan himpunan dari catatan-catatannya selama turut dalam merintis langkah perdamaian di Aceh. Buku ini ditulis dalam waktu sekitar 70 hari. Awalnya Farid mengaku tidak berniat menulis buku ini. Namun karena Kalla meminta berkali-kali, akhirnya dia berusaha mewujudkan penyusunan buku ini."Buku ini saya tulis hanya didasarkan atas kejujuran dan keikhlasan," ujar pria yang pernah menjabat Deputi Menko Kesra ketika Jusuf Kalla menjadi Menko Kesra itu.Mengenai judul, Farid beralasan karena banyak catatan-catatan yang dituangkan dalam tulisan di buku ini belum pernah terungkap. Bahkan menurut Farid, Wapres Kalla juga belum mengetahui isinya.Sebagai tindak lanjut dari penulisan buku ini, Farid mengatakan pihaknya telah mendirikan Institut Perdamaian Indonesia. "Institut ini akan mempromosikan nilai-nilai perdamaian berdasarkan pengalaman di Aceh,""Saya persembahkan buku ini bagi perdamaian dan kemanusiaan," pungkas Dirjen Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan itu.
(bal/asy)











































