Pelampung Berjejer Tapi Tak Diberikan ke Peliput Levina
Selasa, 17 Apr 2007 14:27 WIB
Jakarta - Dina Marjuki, reporter RCTI, memberi kesaksian dalam sidang kasus tenggelamnya KM Levina I pada 25 Februari lalu. Dina mengaku tidak diberi pelampung sebelum menaiki speed boat.Pelampung, kata Dina, hanya dijejerkan di lantai pelabuhan. Ketika gerimis turun, pelampung tersebut diamankan dari hujan.Saat rombongan wartawan, KNKT, Polair dan Puslabfor Mabes Polri naik ke speed boat yang akan membawa mereka ke perairan Rawa Gembong, Cilincing, pelampung tersebut tidak dibawa tetapi ditahan di pelabuhan."Nggak sempat dibagikan pelampungnya, hanya dibeber di lantai pelabuhan. Karena gerimis, dimasukkan lagi. Juga tidak ada instruksi untuk memakai pelampung dari petugas," kata Dina dalam sidang di Mahkamah Pelayaran, Jalan Bouleverd Timur Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/4/2007).Di depan hakim Delson Nainggolan, Dina menuturkan, dia dan wartawan lainnya tidak sempat berpikir memakai pelampung. Saat itu dia terlalu senang karena diperbolehkan melihat Levina."Saya malamnya memang ditelepon korlip saya untuk ikut. Katanya, sudah dipastikan akan diajak ke kapal Levina. Teman-teman wartawan tidak kepikiran pakai pelampung. Kita bisa ikut saja sudah senang," tuturnya.Saat itu yang menggunakan pelampung hanya anggota tim dari KNKT. Sementara petugas dari Polair dan Puslabfor tidak ada yang memakai pelampung."Setelah kami naik sekitar 10 menit, tiba-tiba kapal mulai miring atau tanda-tanda akan tengelam. Ada teriakan keluar-keluar, karena kapal mau tenggelam," kata Dina.Mendengar teriakan itu, Dina langsung meraih buritan kapal. Dalam waktu 3 menit, kapal pun tenggelam."ID card saya tersangkut dan saya masih sempat berenang. Saya sudah minum air laut banyak banget. Saya ingatnya terakhir ditolong petugas. Setelah itu saya tidak sadarkan diri," ujarnya.
(umi/sss)











































