Mendiknas Minta Kepala SMA yang Mencuri Soal UN Dihukum

Mendiknas Minta Kepala SMA yang Mencuri Soal UN Dihukum

- detikNews
Selasa, 17 Apr 2007 13:32 WIB
Yogyakarta - Soal ujian nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (M) nyaris bocor. Ada kepala sekolah di Ngawi, Jawa Timur yang mencuri soal itu. Mendiknas Bambang Sudibyo meminta pelaku dihukum secara tegas. "Saya sudah perintahkan Inspektorat Jenderal (Irjen) Depdiknas untuk mengecek langsung persoalan di Ngawi itu," kata Mendiknas Bambang Sudibyo saat menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela kunjungan saat UN di SMAN 8 Yogyakarta di Jl Kenari, Selasa (17/4/2007). Seorang kepala SMA swasta itu tertangkap basah mencuri soal-soal ujian nasional sebelum soal tersebut diujikan ke siswa. Dengan penangkapan ini, kebocoran soal di wilayah paling barat Provinsi Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah itu tidak terjadi.Berdasarkan laporan yang diterima Mendiknas, polisi sudah mengamankan oknum kepala sekolah yang mengambil soal-soal. Namun dia tidak menyebutkan nama kepala sekolah dan SMA tempat pelaku bekerja. "Kepala sekolah swasta. Saat ini pelakunya sudah diperiksa polisi," kata dia.Dia meminta agar oknum kepala sekolah yang mencuri soal UN itu diberi sanksi hukum tegas dan setimpal. Pencurian soal-soal UN sudah termasuk kategori membocorkan rahasia negara yang telah diatur undang-undang.Selain di Ngawi, kata Bambang, kasus serupa juga terjadi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Hanya saja, untuk kasus di Aceh, hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Irjen. "Semuanya sudah ditangani secepatnya oleh Irjen," katanya.Dia menambahkan berdasarkan pemantauan pelaksanaan UN di Yogyakarta, pelaksanaan UN tahun 2007 yang dimulai hari ini berjalan cukup lancar. Di Kota Pelajar ini, Mendiknas meninjau beberapa tempat UN, seperti SMKN 2, SMA Muhammadiyah 1, SMAN 3 Yogyakarta, SMKN 4, SMKN 5 dan SMAN 8 Yogyakarta."Semua saya lihat lancar dan pengawasan cukup ketat baik oleh pengawas sendiri maupun kepolisian," demikian Bambang. (bgs/asy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads