'Adegan Ranjang' di Istana
Selasa, 17 Apr 2007 11:55 WIB
Jakarta - Rangkaian foto bertajuk "Presiden Juga Manusia" pulang kandang. Foto-foto ini dipamerkan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Yang paling menarik, foto 'adegan ranjang'. Hingga Agustus mendatang, foto-foto yang mengisahkan sisi keseharian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ny. Ani Yudhoyono itu dapat dinikmati di sepanjang selasar Kantor Presiden dan Wisma Negara.Sebanyak 160 buah foto karya Dudi Anung dan Abror Riszki ini menarik perhatian para anggota kabinet dan tamu Kepala Negara. Tiap melewati selasar menuju Kantor Presiden atau Istana Merdeka, mereka menyempatkan mencari-cari foto dirinya.Nampaknya yang jadi favorit adalah foto tenda tempat istirahat para menteri di lokasi gempa bumi Nabire, Papua. Senyum selalu tersungging usai melihat foto yang dibuat pada Desember 2004 itu.Di sana tampak beberapa orang menteri duduk bergerombol di atas ranjang lipat terpal sempit berkelambu putih. Sangat jauh dari kesan mewah yang identik dengan fasilitas khusus pejabat tinggi.Mereka adalah Menteri PU Djoko Kirmanto, Mensos Bacthiar Chamsyah, ESDM Purnomo Yosgiantoro, Menteri PDT Saifullah Yusuf dan Alwi Shihab (saat itu Menko Kesra-Red). Ada yang tengah bercelana pendek, kaos singlet, bersarung dan mengoles lotion anti nyamuk. Sepertinya, hanya foto ini yang paling sesuai dengan semangat 'juga manusia' yang menjadi judul pameran. Seratusan foto lainnya hanya dokumentasi kegiatan seremonial dan keseharian Presiden SBY beserta keluarga.Parahnya lagi sebagian besar pernah ditampilkan di media massa. Jadi tidak menimbulkan efek kejut sekuat foto 'adegan ranjang' menteri-menteri di atas.Bukan berarti semua dari 159 foto itu tidak sesuai tema. Beberapa di antaranya berhasil menampilkan Presiden SBY dalam situasi 'juga manusia'. Yakni kebingungannya saat memilih dasi yang akan dikenakan, potong rambut dan periksa gigi. Semua berlangsung di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor. Sedangkan di luar negeri ada tiga. Ketika Presiden SBY dalam pakaian toga tengah mematut diri di depan cermin sebelum menerima gelar Doktor HC bidang hukum dari Webster University, AS. Ekspresi beban pikiran di wajah saat berjalan kaki di trotoar New York menuju hotel. Perasaan takjub saat mencium hajar aswad di Tanah Suci.Minimnya foto-foto seperti ini - dicetak kecil pula - patut disayangkan. Karena sebagai fotografer yang harus selalu menempel di samping Kepala Negara mustinya Anung dan Abror mampu menghasilkan foto-foto eksklusif yang lebih 'juga manusia'. Foto yang dipamerkan pun sebaiknya bukan yang telah tampil di media massa. Terlepas dari kekurangan di atas, "Presiden Juga Manusia" jauh lebih baik dibanding rangkaian foto yang dipamerkan sebelumnya di selasar Istana Kepresidenan. Baik dari teknis pemotretan, materi foto dan ide cerita.
(lh/asy)











































