Warga Perum TAS I Pastikan Serbu Istana Lagi

Warga Perum TAS I Pastikan Serbu Istana Lagi

- detikNews
Selasa, 17 Apr 2007 10:14 WIB
Jakarta - Warga Perum Tanggul Angin Sejahtera (TAS) I Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat informasi Presiden SBY tidak ada di tempat kerjanya. Meski demikian, warga akan tetap menyerbu Istana Merdeka."Awalnya kami memang belum tahu mau ke mana. Tapi sekarang kami sudah yakin, akan tetap ke Istana," ujar koordinator lapangan, Soemitro, saat dihubungi detikcom, Selasa (17/4/2007) pukul 09.30 WIB.Ditambahkan dia, meski Presiden SBY tidak bersedia menemui para korban lumpur Lapindo yang 'bertandang' ke Istana Merdeka, namun semangat warga tidak akan surut. Sebagai warga negara, menurut Soemitro, sudah selayaknya mereka menuntut hak-hak yang terabaikan."Kita masih memperjuangkan hak kami. Kami mempertanyakan Perpres 14/2007 soal penanganan korban Lapindo yang tidak berpihak pada rakyat," imbuh Soemitro.Dijelaskan dia, sekitar 300 warga tengah mempersiapkan diri melakukan longmarch dari Tugu Proklamasi menuju Istana Merdeka. Mereka tidak hanya terdiri dari kaum bapak, ibu-ibu, dan juga anak-anak."Kami sudah izin untuk aksi sampai tiga hari. Kalau kurang, nanti kami tambah lagi pemberitahuannya ke polisi," lanjut Soemitro.Sedikit tentang Perpres 14/2007, pasal 15 perpres tersebut menyebutkan ganti rugi yang ditanggung Lapindo hanyalah wilayah yang termasuk peta yang disetujui pada 22 Maret 2007. Selain ganti rugi, Lapindo diwajibkan menanggung biaya penanggulangan semburan lumpur mulai tanggul utama sampai Kali Porong.Di luar wilayah tersebut, Lapindo tidak wajib memberikan ganti rugi. Berdasar perpres itu, semua biaya yang meliputi biaya penanggulangan masalah sosial kemasyarakatan serta biaya infrastruktur di luar peta 22 Maret akan menjadi beban APBN.Ternyata informasi yang diperoleh warga Perum TAS I, bahwa Presiden SBY tidak ada di tempat kerjanya salah. Buktinya, pukul 10.00 WIB, SBY menghadiri kuliah umum dalam rangka ulang tahun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) di Istana. (nvt/ana)


Berita Terkait