SBY Minta Kurikulum Loyalitas untuk Para Kepala Daerah
Senin, 16 Apr 2007 20:17 WIB
Jakarta - Rupanya banyak kepala daerah yang lebih loyal ke partai politik afiliasinya dibanding ke pemerintah pusat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun meminta Lembahas memikirkan kurikulum khusus tentang loyalitas.Arahan dari SBY ini diungkapkan Gubernur Lembahas Muladi usai memaparkan program revitalisasi lembaga pimpinannya di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta pusat, Senin (16/4/2007)."Bupati dan walikota sesuai dengan apa yang kita harapkan yaitu profesional, mengerti sistem nasional, berwawasan kebangsaan kuat dan hanya loyal kepada pemerintah dalam satu kesatuan sistem. Bukan hanya kepada partai yang mencalonkannya," ujar Muladi.Menurutnya, pemikiran Presiden SBY di atas didasarkan pada keinginan membentuk pimpinan daerah yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Baik gubernur, walikota dan bupati atau walikota yang jumlahnya sekitar 400 orang.Target dari kursus singkat khusus loyalitas itu sendiri adalah memperluas wawasan kepala daerah. Bahwa ketika duduk di pemerintahan, maka loyalitas yang utama bukan pada parpol yang mencalonkannya melainkan program pembangunan nasional yang telah ditetapkan."Tapi jangan disalahtafsirkan partai itu tidak penting dalam kehidupan nasional. Bikin kumpul-kumpul ke partai membicarakan strategi menghadapi pembangunan, juga penting. Tetapi loyalitas terhadap pembangunan nasional itu sangat penting dalam kesatuan sistem," tambah salah ketua DPP Partai Golkar.
(lh/ken)











































