Sang Ayah Dapat Firasat Piring Pecah Sebelum Damar Tewas
Senin, 16 Apr 2007 16:55 WIB
Jakarta -
Dua hari sebelum penumpang mikrolet M-10 yang tercebur ke Kali Ciliwung, Damarulloh, ditemukan tewas, sang ayah mendapat firasat. Piring yang sedang dicucinya pecah."Setelah piring itu pecah, perasaan saya langsung tidak enak. Mau ada apa ya, pikir saya waktu itu. Ternyata, anak saya enggak ada," ujar ayah Damar, Rojali, sambil menangis.Hal itu disampaikan Rojali di pinggir Kali Ciliwung yang dekat dengan Jl Margono, Jakarta, Senin (16/4/2007).Rojali mengatakan, putera sulungnya itu masih duduk di kelas dua SMP Muhamadiyah XII Jakarta. Damar dikenal sebagai orang yang pendiam dan paling takut pada ibunya."Waktu mau pergi, Damar pamitnya mau main. Saya sebenarnya sudah merasa tidak enak, tapi saya cuma pesan dia agar hati-hati. Malah adiknya yang kecil sendiri sempat mengingatkan dia buat salat," tutur pria yang rambutnya sudah mulai beruban ini.Ditambahkan Rojali, putera pertamanya itu sangat ingin bisa bekerja, agar bisa membeli baju dan celana dengan uang sendiri. Maklum, selama ini, Rojali tidak bisa sering-sering membelikan 4 anaknya pakaian."Ya, saya kan cuma kerja serabutan. Tapi sekarang, saya terima apa adanya, saya pasrah dan ikhlas. Saya sayang sama dia, tapi mungkin ada yang lebih sayang lagi," imbuh pria berkaus hijau lusuh ini sambil mengelap air mata dengan punggung tangannya.Tempat pemakaman Damar masih belum pasti. Bila tidak dimakamkan di tempat pemakaman umum Pulojati, Damar akan dimakamkan di Bogor yang merupakan daerah asal ayahnya.
(nvt/nrl)










































