Reshuffle Tak Relevan, PAN Ancam Tarik Dukungan
Senin, 16 Apr 2007 16:32 WIB
Jakarta - Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu dianggap tidak relevan. Sebab masa jabatan Presiden SBY dan menteri-menterinya tinggal 2 tahun lagi. Jika ngotot merombak kabinet, apalagi mendepak menteri PAN, partai matahari biru itu mengancam akan menarik dukungannya terhadap SBY."Reshuffle sudah tidak relevan karena waktunya mepet dengan Pemilu 2009. Menteri tidak akan fokus pada kerjaannya. Kalau menteri kita (PAN) diganti tanpa mengundang pimpinan partai, tentu kita akan evaluasi karena kita menganggap menteri kita berhasil," tutur Ketua FPAN Zulkifli Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2007).Menurut Zulkifli yang juga Sekjen DPP PAN ini, lebih baik SBY melakukan konsolidasi menteri-menterinya dengan membuat program-program yang lebih riil di masyarakat. Karena reshuffle tidak menjamin adanya perbaikan yang langsung dirasakan masyarakat. "Jadi lebih baik diperbaiki kinerjanya saja," kata dia.Namun demikian, Zul menilai reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. Karena itu sebagai partai yang selama ini ikut mendukung kepemimpinan SBY-JK, PAN merasa berkewajiban mengingatkan setiap kebijakan yang akan diambil oleh presiden.Rencana reshuffle sempat dihembuskan Presiden SBY Minggu 15 April. Partai Golkar sebelumnya juga berharap ada reshuffle. Golkar, kata Kalla, memiliki ribuan kader yang siap menjadi menteri.
(umi/nrl)











































