Jagad Akbar, Provokator Perum TAS I Benci SBY
Senin, 16 Apr 2007 13:30 WIB
Jakarta - Jagad Akbar, provokator yang menyusup dalam demo warga Perum TAS I Sidoarjo, mengaku ikut demo dengan warga korban lumpur Lapindo karena simpati pada korban Lapindo dan benci pada Presiden SBY. Perpres 14/2007 yang dikeluarkan Presiden SBY pada 8 April 2007 lalu dianggap kebijakan kejam.Jagad yang semula ditaksir berusia 30 tahunan ternyata kelahiran April 1988 atau baru berumur 19 tahun. Dia adalah warga Tambak II, Blok C 4 RT 7 RW 8, Pegangsaan, Jakarta Pusat.Kasubnit I Resmob Polres Jakarta Pusat Iptu Parulian Siregar di sela aksi demo warga di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (16/4/2007), mengungkapkan, sebelum menangkap Jagad, pihaknya sudah memonitor pria tersebut sejak masih di Tugu Proklamasi."Kita sudah pantau dia sejak dari Tugu Proklamasi, baru kemudian kita tangkap dia di depan gedung MA," kata Parulian.Barang bukti berupa golok yang disita aparat disimpan Jagad dalam ts punggungnya. Polisi mengetahui dia menyimpan senjata tajam karena gagang golok menonjol keluar.Saat diinterogasi di Polsek Gambir, Jagad mengaku ikut menyusup karena benci kepada Presiden SBY dan simpati kepada warga Perum TAS I."Saya benci sama SBY, simpati sama mereka. Mereka hanya dikasih 20 persen uang DP. SBY kejam," kata Parulian menirukan perkataan Jagad.Saat ditanya niatnya membawa golok dan botol berisi minyak tanah (bukan bensin), Parulian tidak menjawabnya secara jelas. "Itu sudah masuk dalam proses penyelidikan, pokoknya sekarang motifnya karena benci sama SBY," kata Parulian.Jagad tidak terlihat seperti orang yang kurang waras. Parulian mengatakan, dia nyambung saat diajak berbicara dan bisa dimengerti."Saya kasih minum mau, saya tawarin rokok tidak mau. Dia kelihatannya waras," katanya. Selain golok dan botol berisi minyak tanah, polisi menemukan sebuah HP dan sebotol minyak wangi di tas Jagad.
(umi/nrl)











































