Dedi Terjepit Crane Sampai Mati
Senin, 16 Apr 2007 12:50 WIB
Jakarta - Awal minggu ini sungguh naas bagi Dedi LB (31). Sedang membetulkan mesin-mesin alat berat, Dedi tergencet crane yang parkir.Dalam keadaan tergencet itu, kepala Dedi kemudian disabet gandulan besi yang tergantung pada crane itu. Kepala pekerja PT Gasindo Patra Jaya itu pun bocor mengucurkan darah. Seketika ajal menjemput Dedi.Kejadian itu berlangsung di dalam gudang alat berat PT Gasindo Patra Jaya di Jalan Yos Sudarso, Jakarta Utara, Senin (16/4/2007) pukul 10.30 WIB.Rekan-rekan kerja Dedi mengungkapkan kejadian itu berlangsung dengan sangat cepat. "Tiba-tiba saja ada suara keras. Ketika saya datangi dia sudah meninggal," ujar rekan kerja Dedi, Agus Salam (25).Isteri korban, Ifah (29), dipanggil datang ke tempat kejadian peristiwa untuk melihat kondisi suaminya. Ifah yang datang bersama salah seorang anak hasil perkawinannya dengan Dedi hanya bisa tercekat. Tak ada tangisan atau perkataan keluar dari mulutnya. Ifah shock.Bahkan saat jenazah suaminya hendak dibawa ke RSCM untuk divisum RSCM, Ifah menolak. "Nggak usahlah, Pak. Saya sudah ikhlas. Namanya kerja ya sudah risiko," ujar Ifah pelan.Polsek Tanjung Priok masih menyelidiki adanya unsur kesengajaan dalam kecelakaan naas itu. Polisi sudah memeriksa saksi yang mengemudikan crane yang menggencet Dedi."Kami akan selidiki kemungkinan ada motif pembunuhan melalui visum di RSCM. Saat ini yang kami periksa saksi utama yang memarkir crane itu," ujar Kapolsek Tanjung Priok Kompol Suparmo di lokasi kejadian.Rekan kerja Dedi membantah adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa itu. Menurut Agus Salam, Dedi itu seorang pekerja yang baik dan diketahui tak punya musuh."Mas Dedi ini senior di sini. Dia kalau kerja telaten. Dari kemarin tak ada tanda-tanda dia punya musuh atau sedang ada masalah," tandas Agus Salam.
(aba/nrl)











































