Wiranto Dimintai Keterangan Soal Timtim Awal Mei
Senin, 16 Apr 2007 12:07 WIB
Jakarta - Dengar pendapat soal Timor Timur (Timtim) yang dilakukan Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) akan kembali digelar. Pada dengar pendapat ketiga yang rencananya dilakukan pada 2-5 Mei 2007, mantan Menko Polkam Wiranto akan dihadirkan.Wiranto saat jajak pendapat Timtim tahun 1999 menjabat sebagai panglima ABRI. Timtim kemudian lepas dari Indonesia dan menjadi negara Timor Leste."Rencananya Wiranto akan disandingkan dengan Panglima Tentara Timor Leste Taur Matan Ruak. Tapi karena ada pemilu di Timor Leste, ya mungkin tidak memungkinkan. Jadi masih dipertimbangkan," ujar Ketua Bersama KKP Indonesia dan Timor Leste Benjamin Mangkoedilaga.Hal itu disampaikan Benjamin usai mengikuti syukuran HUT ke-55 Kopassus di Balai Komando Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (16/4/2007).Menurut Benjamin, dengar pendapat ketiga ini juga akan menghadirkan mantan Danrem Dili Mayjen TNI Nur Muis yang sekarang menjabat Panglima Divisi Infanteri I Kostrad, sejumlah mantan Dandim, mantan Kapolda Timor Timur Irjen Pol Timbul Silaen, mantan Kapolres di Timtim, dan mantan pejabat PBB."Yang akan dihadirkan sekitar 18 orang," imbuh pria kelahiran Garut 30 September 1937 ini.Apakah mantan ketua United Nations Mission in East Timor (Unamet) Ian Martin juga akan dihadirkan? "Kalau tidak salah, dia juga akan dihadirkan. Soalnya pada pemanggilan dengar pendapat kedua, dia tidak hadir. Mudah-mudahan bisa bareng dengan Pak Wiranto," imbuh Benjamin.Ditambahkan dia, masing-masing komisioner sudah memiliki catatan terkait hasil dengar pendapat kedua pada Maret lalu. Catatan itu nantinya akan digabung dengan dengar pendapat ketiga.Pada 25 April mendatang, semua anggota komisioner KKP kedua negara akan melakukan perundingan persiapan dengar pendapat. Dengar pendapat ketiga ini akan dilakukan di Jakarta, namun tempatnya masih tentatif."Bisa di Crowne Plaza lagi atau di Hotel Borobudur. Tapi di Jakarta kok," tukasnya.Dengar pendapat pertama digelar KKP pada akhir 2006 di Bali. Sedangkan dengar pendapat kedua di Jakarta, yang antara lain mendengarkan keterangan mantan Presiden Habibie, digelar pada Maret lalu.
(nvt/sss)











































