3 Sebab SBY Reshuffle Kabinet
Senin, 16 Apr 2007 11:40 WIB
Jakarta - Sinyalemen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan me-reshuffle kabinet dinilai Ketua DPR Agung Laksono wajar. Terdapat 3 faktor penyebab reshuffle harus dilakukan."Respons presiden itu setidaknya terkait 3 hal. Pertama, yaitu adanya menteri yang terganggu kesehatannya," cetus Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2007).Menurut Agung, menteri yang terganggu kesehatannya secara terus-menerus akan mengganggu kinerja yang bersangkutan dalam menjalankan tugas. Karena itu reshuffle terhadap menteri yang kesehatannya terganggu seperti Mendagri M Ma'ruf dan Menhan Juwono Sudarsono dapat dipahami."Kalau nanti didiamkan berhalangan secara terus-menerus akan mengganggu kinerja. Sehingga alasan kesehatan dapat dipahami," kata wakil ketua umum Partai Golkar itu.Penyebab kedua barulah kinerja menteri yang minim. Sementara sebab ketiga adalah untuk memantapkan dukungan dari parpol di parlemen.Jika SBY jadi melakukan reshuffle, Agung berharap itu adalah yang terakhir kali dalam 5 tahun masa jabatan presiden. Karena itu harus dicarikan orang-orang yang dinilai mampu menjalankan tugasnya sampai 2009."Kalaupun ada reshuffle, itu reshuffle yang terakhir. Saya berharap beliau bisa memilih yang terbaik, yang dipersiapkan hingga 2009. Jangan bolak-balik begini lagi," kata Agung.Nama-nama menteri yang layak di-reshuffle? "Nama-nama itu hak prerogatif presiden. Siapa saja orang-orangnya, saya sama sekali tidak tahu. Saya tidak mau ikut campur," tandasnya.
(aba/sss)











































