Daftar Ketum Parpol di Samping SBY Bertambah

Daftar Ketum Parpol di Samping SBY Bertambah

- detikNews
Senin, 16 Apr 2007 07:50 WIB
Jakarta - Tim-tim baru dibuat Presiden SBY. Tim terbaru adalah Tim Evaluasi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Sebagai pimpinan tim ini, SBY menunjuk seorang ketua umum partai politik (parpol), Ryaas Rasyid. Pertanyaan yang sempat muncul mengapa SBY sering menggunakan orang parpol memang sudah terjawab. Dalam penelusuran detikcom, hingga Senin (16/4/2007), sudah ada 6 ketua umum parpol yang berada di lingkaran SBY. Dari jabatan Wakil Presiden, menteri hingga tim bentukan yang bersifat ad hoc. Ryaas Rasyid menjadi orang terbaru yang dipercaya Presiden SBY memimpin sebuah lembaga. Pada Jumat (13/4/2007) lalu, dia telah dilantik sebagai ketua tim yang melakukan evaluasi terhadap sistem di IPDN. Meski menjabat ketua umum parpol, namun Ryaas juga pernah menjabat Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), yang diduga mengetahui banyak seluk-beluk IPDN. Beberapa hari sebelumnya, SBY melantik Sjahrir dan Rachmawati Soekarnoputri sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Berikut daftar ketua umum parpol yang punya jabatan penting di lingkaran SBY:1. Jusuf Kalla, ketua umum Partai Golkar (wakil presiden) 2. Suryadharma Ali, ketua umum PPP (menteri koperasi dan UKM)3. MS Kaban, ketua umum PBB (menteri kehutanan) 4. Sjahrir, ketua umum partai PIB (anggota Wantimpres)5. Rachmawati Soekarnoputri, ketua umum partai pelopor (anggota Wantimpres)6. Ryaas Rasyid, ketua umum PPDK (ketua Tim Evaluasi IPDN) Selain jajaran ketua umum parpol, SBY juga mempercayakan sejumlah jabatan kepada para kader parpol tertentu. Jumlahnya cukup banyak. Di pos menteri saja, masing-masing parpol pendukung SBY mendapatkan jatah. Di lembaga-lembaga ad hoc pun juga sama. Sejumlah pihak sempat bertanya mengapa SBY sering mempercayakan jabatan lembaga tertentu kepada orang partai politik. Namun, di sela-sela menikmati durian di kebun Warso di Cijeruk, Bogor, Minggu (15/4/2007) kemarin, SBY meminta kepada semua pihak untuk tidak memvonis bahwa orang parpol selalu tidak profesional."Jangan divonis kalau menteri dari parpol tidak profesional dibanding profesional yang non-partai," kata SBY. (asy/asy)


Berita Terkait