Anjing-anjing Liar Momok Penerbangan di Bandara Juanda

Anjing-anjing Liar Momok Penerbangan di Bandara Juanda

- detikNews
Senin, 16 Apr 2007 07:06 WIB
Surabaya - Bandara Juanda Surabaya boleh baru dengan runway (Landasan pacu) yang mulus. Namun ada momok yang sulit disingkirkan: anjing liar. Anjing iar itu sangat mengganggu penerbangan. Bahkan bisa membahayakan keselamatan.Insiden seekor anjing tiba-tiba melintas di runway Bandara Juanda Surabaya terjadi pada Minggu (15/4/2007). Tak mau menabrak anjing, pilot pesawat Lion Air JT 641 jurusan Mataram - Surabaya, yang baru saja mendarat dan masih melintas di runway itu pun bermanuver. Sekitar pukul 14.00 WIB, pilot mendaratkan pesawat di bandara Juanda dengan mulus. Kecepatan pesawat sudah berkurang, dan pilot bersiap-siap membelokkan pesawat dari runway menuju apron bandara. Tiba-tiba pilot Muhamad Zulkifli mengerem secara mendadak. Dia tidak membelokkan pesawat, tapi membiarkan pesawat lurus terus. Ketika pesawat berada di ujung landasan, baru pilot membelokkan pesawat ke arah apron."Mohon maaf saya terpaksa melakukan manuver karena ada anjing melintasi runway," ujar sang pilot lewat pengeras suara kepada penumpang sebagaimana ditirukan salah satu penumpang pesawat, Ahyani, pada detikcom, Minggu (15/4/2007).Pesan dari pilot itu disampaikan dalam dua bahasa bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Setelah pesawat berhenti dengan selamat, penumpang pun menarik nafas lega. "Wah, wah," ujar seorang penumpang.Penumpang lainnya mengaku heran, kenapa anjing bisa berada di runway bandara. Dia menyalahkan pengamanan bandara yang kurang ketat. "Untung pesawat tidak dalam kecepatan tinggi," ujarnya. Bandara Internasional Juanda Surabaya mengakui memang banyak sekali anjing liar yang kerap berkeliaran di landasan runway sehingga bisa mengganggu take off maupun landing pesawat. "Memang banyak. Itu kan anjing-anjing liar," kata petugas Airport Duty Manager Juanda, Herman, saat dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (15/4/2007). Selama ini, kata Herman, untuk mengusir anjing yang berkeliaran bebas di landasan pacu, petugas terpaksa memberikan makanan beracun atau menembaknya. "Tapi tetap saja susah. Dibunuh satu muncul yang lain. Anjing -anjing itu kan berkembang biak. Jadi meski dibunuh satu demi satu masih belum ada dampaknya," katanya. Selama ini, petugas Traffic Control yang memberikan peringatan kepada para pilot jika ada anjing di landasan. "Biasanya petugas menara yang mengingatkan pilot untuk berhati-hati," tambahnya.Binatang liar masuk area bandara, apalagi kawasan landasan pacu yang seharusnya steril, terlihatnya sepele, namun bisa membahayakan penerbangan. Sterilisasi bandara dari binatang liar tidaklah mudah."Seharusnya steril. Tidak boleh ada itu binatang liar, tidak hanya anjing, kucing atau burung seharusnya juga tidak boleh, tapi itu tidak mudah," ujar Direktur Direktorat Keselamatan Penerbangan (Kespen) Ditjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan, Iing Iskandar, kepada detikcom.Menurut Iing, sterilisasi total area bandara terkait dengan luasnya bandara dan dana. "Bandara itu kan beberapa hektar, luas sekali. Ya (terkait dana), nanti kita koordinasikan," tuturnya.Sterilisasi bisa dilakukan dengan memasang kawat berduri atau tembok yang mengelilingi bandara, utamanya di area landasan pacu. "Pokoknya tidak boleh itu (hewan liar masuk), yah gimana caranyalah," ujarnya. (ddn/nrl)


Berita Terkait